Jangan Sepelekan, Sakit Kepala Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Sakit kepala mungkin penyakit yang remeh, tapi jangan disepelekan. Sebab bisa saja sakit kepala yang dialami merupakan tanda penyakit serius seperti meningitis atau pendarahan otak yang membutuhkan perhatian medis.

Jika Anda sering mengalami sakit kepala, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti dikutip dari Mirror, Rabu (13/11/2013):

1. Penyebab

Tiga dari empat sakit kepala disebabkan oleh ketegangan di kulit kepala dan otot leher sebagai akibat dari stres. Ketegangan kepala cenderung sering terjadi sehingga menyebabkan rasa nyeri, utamanya di bagian depan dan belakang kepala. Akibatnya kepala terasa cekot-cekot seperti dibebat kain dengan ketat.

Sakit kepala umumnya juga disebabkan karena kebanyakan minum alkohol, makan yang tidak teratur, perjalanan panjang, suara berisik, udara yang terasa sesak, cuaca yang tidak bersahabat, terlalu banyak tidur, terlalu gembira, demam, sinusitis, atau karena sakit gigi.

Sedangkan sakit kepala dikategorikan sebagai migrain jika hanya dirasakan di satu sisi kepala, di mana gejalanya antara lain mata yang terasa sakit. Mual juga bisa menjadi salah satu gejala yang menyertai serangan migrain.

2. Sakit Kepala yang Butuh Pengobatan

Menurut dr Miriam Stoppard seperti dikutip dari Mirror, sakit kepala berat disertai demam, leher kaku dan ruam bisa jadi merupakan tanda meningitis, yakni suatu kondisi di mana selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang meradang. Sedangkan sakit kepala mendadak yang terasa seperti pukulan di bagian belakang kepala bisa menjadi perdarahan subarachnoid, di mana perdarahan terjadi antara selaput yang menutupi otak.

Sedangkan pada orang tua, kulit kepala yang terasa sakit bisa terjadi karena arteritis temporalis, di mana pembuluh darah di kepala menjadi meradang.

3. Yang Perlu Dilakukan

Jika dokter Anda mencurigai ada kondisi tertentu yang membuat kepala Anda sakit, mungkin Anda perlu menjalani tes, seperti CT scan atau MRI otak. Selain itu Anda mungkin juga perlu mendengar pendapat ahli saraf.

4. Pengobatan Sakit Kepala

dr Miriam menyampaikan pengobatan sakit kepala seseorang tergantung pada penyebabnya. Misalnya, sakit kepala karena adanya ketegangan otot, biasanya keluhan akan reda dengan istirahat, relaksasi, dan konsumsi obat penghilang rasa sakit. Sedangkan migrain diatasi dengan obat-obatan seperti sumatriptan.

Perlu diketahui juga, kelebihan obat penghilang rasa sakit, terutama yang mengandung kodein, juga dapat menyebabkan sakit kepala.

sumber : http://health.detik.com/read/2013/11/13/093038/2411373/763/jangan-sepelekan-sakit-kepala-bisa-jadi-tanda-penyakit-serius?l992205755

Kapan Perlu Khawatir Saat Anak Sakit Kepala?

Sebagai orangtua, rasa tidak tega dan khawatir tentu akan menghampiri saat si buah hati mengeluh sakit kepala. Apa sebenarnya yang dialaminya? Perlukah diberi obat? Bahaya atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin yang berkecamuk dalam benak.

Menurut Dr Ellie Cannon, dokter dari Cambridge University, obat terbaik bagi anak yang mengeluh sakit kepala adalah pelukan dan ciuman. Jika orangtua sudah memberikannya, kebanyakan dari mereka merasa nyaman dan melupakan sakit kepalanya.

Sakit kepala, kata Ellie, umumnya merupakan tanda-tanda dari dehidrasi atau flu. Meskipun dia tidak menampik kemungkinan sakit kepala bisa jadi tanda penyakit yang lebih serius, seperti tumor otak.

Tragisnya, seorang anak remaja Natasha Simmonds meninggal pada Januari tahun ini karena mengabaikan gejala sakit kepalanya. Dokter yang menanganinya terlalu menyepelekan gejala yang dialami gadis berusia  16 tahun itu.

“Keadaan tersebut tentu bagai mimpi buruk bagi orangtua. Natasha merupakan contoh yang sangat jarang bagi sakit kepala yang berujung tumor otak. Namun pertanyaannya, kapan orangtua perlu merasa khawatir?” ujar Ellie.

Dia menuturkan, orangtua perlu mulai waspada ketika sakit kepala terjadi berulang, sering, dan semakin bertambah buruk.

“Perbedaan antara sakit kepala tumor otak dengan sakit kepala biasa mungkin tidak terlalu mencolok, namun orangtua bisa melihat gejala lain yang mungkin ada pada anak, misalnya tumor juga bisa menyebabkan gejala perubahan mood, penglihatan, dan keseimbangan,” jelasnya.

Menurut Ellie, agak sulit menentukan apakah anak menderita tumor otak atau tidak, kecuali dengan menggunakan alat pemindai seperti MRI. Namun tindakan tersebut dinilai terlalu berlebihan jika dilakukan pada setiap remaja yang mengalami migrain. Pasalnya hampir 5 persen remaja mengalami migrain dan kebanyakan bukan disebabkan oleh tumor otak.

Karena itu, Ellie berpendapat agar dokter bisa cermat menilai apakah gejala sakit kepala membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut atau tidak. Dan jika sudah mengetahui penyebab pastinya, maka segera memberi penanganan yang tepat.

Penyebab umum anak mengalami sakit kepala, kata dia, adalah kekurangan cairan yang kemudian memicu dehidrasi. Anak juga bisa sakit kepala karena cemas dan stres yang mungkin dialaminya.

Lebih lanjut Ellie menjelaskan, untuk mengatasi sakit kepala pada anak, orangtua bisa mengatur kamar anak menjadi gelap dan tenang agar istirahat mereka bisa optimal. Selain itu, anak juga bisa diberi obat-obatan pereda rasa sakit yang spesifik, terutama jika usianya sudah melebihi 10 tahun.

sumber : http://health.kompas.com/read/2013/11/12/1605415/Kapan.Perlu.Khawatir.Saat.Anak.Sakit.Kepala.

AS “Haramkan” Lemak Trans pada Makanan Olahan

Badan keamanan pangan dan obat-obatan Amerika atau Food and Drug Administration (FDA) melarang penggunaan lemak trans pada makanan olahan. FDA menyatakan telah mencabut lemak trans sebagai bahan pangan yang berstatus  “generally recognized as safe” (GRAS) .  Artinya, perusahaan makanan kini tidak boleh lagi menggunakan zat yang juga kerap disebut dengan istilah partially hydrogenated oil itu.

Penerapan peraturan ini mengakibatkan beberapa jenis makanan populer mengalami reformulasi.  Dengan tidak lagi berstatus GRAS, lemak trans kini menjadi zat tambahan pangan ilegal kecuali bila perusahaan bisa membuktikan lemak trans yang digunakan tidak berbahaya bagi kesehatan, kata deputi FDA untuk makanan dan kedokteran hewan, Michael R. Taylor, seperti dilansir New York Times.

Sebelum keputusan ini dibuat, FDA mencari masukan dari industri makanan dan para ahli selama 60 hari. Masukan ini untuk mencari tahu kapan aturan lemak trans dapat diterapkan dan bagaimana dampaknya pada industri makanan.

Lemak trans mulai digunakan sejak 1950 untuk meningkatkan umur simpan dan kestabilan rasa makanan. Pada 2006, perusahaan makanan wajib menyebutkan kadar lemak trans pada daftar komposisi makanan. Aturan ini bertujuan menekan perusahaan mengurangi penggunaan lemak trans pada produknya.

Saat ini, penduduk AS rata-rata mengkonsumsi 1 gram lemak trans per hari. Konsumsi ini jauh menurun dibandung pada 2003 sebesar 4,6 gram. Panduan diet di AS menyarankan penduduknya sebisa mungkin menjauhi lemak trans. Namun demikian, lemak trans masih ditemukan pada berbagai pangan olahan.

Lemak trans adalah lemak dari proses hidrogenasi sebagian yang menjadi padat. Lemak trans berhubungan dengan meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh. Lemak trans, kata FDA, juga berhubungan dengan besarnya risiko menderita penyakit jantung koroner.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengurangi peredaran lemak trans mencegah 20 ribu kasus serangan jantung setiap tahunnya. Pengurangan lemak trans juga mencegah terjadinya 7 ribu kematian akibat penyakit jantung tiap tahunnya.

Beberapa makanan yang mengalami formulasi ulang adalah

1. Microwave popcorn

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Preventing Chronic Disease, penurunan penggunaan lemak trans  pada microwave popcorn cenderung lebih lambat dibanding produk makanan lainnya. Pada 2011, produk popcorn mengandung sedikitnya 4 gram trans fat dalam sekali penyajian.

Beberapa merek memang sudah mengurangi penggunaan lemak trans. Namun menurut Centers for Science in the Public Interest (CSPI), perusahaan lain masih menggunakan lebih dari 5 gram lemak trans dalam penyajiannya.

2. Biskuit

Menurut pakar diet, Katherine Tallmadge, biskuit mengandung lemak trans sehingga membuatnya gurih. Lemak trans juga tidak cepat berubah dalam suhu kamar. Menurut CDC, biskuit mengandung lebih dari 3,5 gram lemak trans dalam penyajiannya.

3. Makanan beku

Makanan olahan dalam bentuk adonan beku (dough) seperti biskuit, cookie atau pie crust, memang memudahkan penyajian hidangan. Namun konsumen harus waspada pada kandungan lemak trans di dalamnya. Menurut CSPI, beberapa merek makanan beku mengandung 2-3 gram lemak trans.

4. Margarin

Menurut riset Preventing Chronic Disease, penggunaan lemak trans pada margarin cenderung turun lebih lambat dibanding produk lainnya. Pada studi 2011, margarin dan produk lain yang menyertakan bahan ini mengandung sedikitnya 2 gram lemak trans pada sekali penyajian.

5. Coffee creamer

Menurut FDA, beberapa produk creamer mengandung lemak trans. Studi yang dilakukan CSPI menunjukkan, coffee creamer mengandung 0,1-0,7 gram lemak.

FDA menyatakan, produk yang mengandung lemak trans kurang dari 0,5 gram bisa diberi label tidak mengandung trans fat. Kendati begitu, produk tersebut belum tentu bebas lemak trans 100 persen. Karena itu, CSPI menyarankan konsumen melihat label komposisi makanan terlebih dulu, untuk menghindari creamer yang mengandung partially hydrogenated soy atau canola oil.

sumber : http://health.kompas.com/read/2013/11/10/1738447/AS.Haramkan.Lemak.Trans.pada.Makanan.Olahan

Apa Itu Lemak Trans (Trans Fat)?

Apa yang Dimaksud Lemak Trans?
Lemak trans adalah jenis lemak yang molekulnya tersusun atas rangkaian atom-atom karbon (C) yang mengandung satu atau lebih ikatan ganda dan memiliki struktur trans (dua cabang molekul yang berseberangan dengan rangkaian utama molekul). Lemak trans adalah lemak yang terbentuk dari lemak cair dibuat menjadi lemak padat dengan penambahan atom hidrogen pada molekulnya. Penambahan molekul hidrogen ini disebut proses hidrogenasi. Lemak trans juga terdapat dalam bahan makanan secara alami, tetapi kandungannya sangat sedikit. Lemak trans berada  dalam fasa padat pada temperatur kamar. Lemak ini sering disebut juga asam lemak trans (trans fatty acid). Lemak trans kadang disebut juga lemak terhidrogenasi.

Mengapa Perusahaan Makanan Suka Menggunakan Lemak Trans?
Perusahaan makanan suka menggunakan lemak trans karena mudah digunakan, murah, dan tahan lama. Lemak trans juga dapat meningkatkan tekstur dan citarasa makanan. Banyak restoran cepat saji menggunakan lemak trans untuk menggoreng makanan karena minyak yang mengandung lemak trans dapat digunakan berulang kali.

Apa Pengaruh Mengkonsumsi Lemak Trans pada Tubuh?
Secara umum tubuh kita memang membutuhkan lemak dalam kuantitas tertentu. Selagi dalam batas wajar mengkonsumsi lemak tidak berbahaya untuk kesehatan. Kelebihan lemak dalam tubuh yang berasal dari makanan yang dikonsumsi cederung disimpan sebagai lemak tubuh. Kelebihan konsumsi lemak trans bisa meningkatkan angka kolesterol LDL ( kolesterol jahat) dalam darah sehingga meningkatkan resiko gangguan metabolisma dan meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung dan stroke.

Makanan Apa yang Mengandung Lemak Trans?
Lemak trans terdapat dalam banyak jenis makanan seperti makanan gorengan, donat, pastry, pie, biscuit, kue, cracker, margarine, dsb. Bahan makanan olahan dalam kemasan umumnya mencantumkan kadar lemak trans pada label nutrisi pada bagian luar kemasan.

Apakah Ada Lemak Trans Alami?
Ada sebagian kecil bahan makanan yang mengandung lemak trans alami contohnya beberapa jenis daging dan produk susu, contohnya daging sapi, daging domba, dan butterfat.

Berapa Batasan Asupan Lemak Trans Harian?
Untuk orang yang sehat, direkomendasikan asupan lemak trans kurang dari 1% kebutuhan kalori harian. Jika kebutuhan kalori anda 2000 kalori per hari, maka asupan lemak trans tidak boleh lebih dari 20 kalori per hari atau setara dengan 2 gram lemak trans per hari.

Bagaimana Cara Mengurangi Asupan Lemak Trans?
Ganti sebagian bahan makanan yang mengandung lemak trans dengan bahan makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal atau lemak tak jenuh jamak. Kurangi penggunaan minyak sawit atau minyak kelapa untuk memasak makanan. Pilih makanan kemasan yang tidak mengandung trans fat dengan melihat label nutrisinya. Tingkatkan asupan lemak nabati dari sayuran, kacang-kacangan, dan minyak sayuran (minyak zaitun, minyak kanola, dsb).

sumber : http://olvista.com/kesehatan/apa-itu-lemak-trans-trans-fat/

Amerika Ambil Langkah untuk Kurangi Risiko Lemak Trans

FDA menyatakan minyak goreng adalah sumber utama lemak trans atau trans fat.
Lemak trans banyak ditemukan pada makanan olahan seperti margarin, pizza beku dan sejumlah makanan pencuci mulut. Menurut pihak yang berwenang di bidang kesehatan, lemak trans merupakan penyebab 7.000 kematian dan 20 ribu serangan jantung setiap tahun di Amerika Serikat.

FDA telah mengusulkan larangan penggunaannya dalam makanan, setelah jangka waktu tertentu guna memberi kesempatan bagi para produsen makanan untuk mencari alternatifnya.

Sebelum diberlakukan, usul tersebut akan dibahas para pakar dalam kurun 60 hari.
Organisasi-organisasi konsumen menyambut baik pengumuman tersebut sebagai suatu langkah penting guna melindungi kesehatan masyarakat.

sumber : http://www.voaindonesia.com/content/amerika-ambil-langkah-untuk-kurangi-risiko-lemak-trans/1786227.html

10 Kiat Hilangkan Tegang pada Mata

Penggunaan komputer dalam jangka waktu panjang tidak hanya membuat kaku dan tegang otot-otot tubuh, seperti bahu, punggung, dan tangan, tetapi juga mata. Kondisi tersebut bahkan dapat diikuti dengan mata merah, lelah, penglihatan yang kabur, dan kedutan. Nah, untuk menghindarinya, Anda bisa mengikuti 10 kiat berikut.

1. Istirahatkan mata sejenak
Menatap layar komputer dalam waktu lama dapat membuat mata tegang. Karena itu, berilah kesempatan bagi mata untuk beristirahat sejenak setiap jangka waktu tertentu. Lihatlah objek yang jauh selama beberapa detik dan pergilah untuk berjalan-jalan.

2. Kedipkan mata lebih sering
Mengedipkan mata secara teratur merupakan cara yang paling sederhana untuk menjaga mata tetap segar dan terbebas dari risiko mata tegang. Pengguna komputer sebaiknya perlu mengedipkan mata setiap tiga hingga empat detik sekali.

3. Buatlah ruang kerja senyaman mungkin
Ruang kerja yang nyaman akan membuat mata lebih rileks. Misalnya, buat posisi duduk senyaman mungkin dengan tidak duduk di depan pendingin ruangan yang membuat mata cenderung cepat kering.

4. Lindungi dari sinar matahari
Jika perlu pergi ke luar ruangan, maka pastikan Anda menggunakan perlengkapan yang dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet. Menurut guru besar kesehatan mata sekaligus Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Nila F. Moeloek, penggunaan kacamata hitam dan topi dapat menjaga mata dari efek negatif sinar UV.  “Melindungi mata dari sinar UV juga dapat mencegah penyakit-penyakit mata seperti katarak,” ujarnya.

5. Rileksasi mata
Rileksasikan otot mata dengan menggosok-gosokan telapak tangan yang membuatnya panas, kemudian letakan pada mata selama beberapa detik. Lakukan pengulangan beberapa kali untuk menjaga mata tetap rileks.

6. Gunakan kacamata pelindung
Cara lain untuk menghindari tegang dari penggunaan komputer adalah dengan memakai kacamata pelindung. Kacamata ini bisa mereduksi efek cahaya dari layar yang diteruskan ke mata.

7. Pijat
Sebelum pergi tidur, pijatlah kelopak mata dan otot mata dengan lembut dengan jari selama dua menit. Hal ini dapat memperbaiki sirkulasi darah ke mata yang membuatnya rileks.

8. Atur pencahayaan layar komputer
Pencahayaan dan kontras layar komputer yang tepat akan mengurangi risiko mata tegang karena membuat mata Anda lebih nayaman menatap layar.

9. Periksa mata
Meski memiliki penglihatan yang baik dan tidak ada masalah ketika membaca, namun pemeriksaan mata rutin tetap wajib hukumnya. Menurut dr Elvioza, SpM, dokter mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), masalah-masalah pada mata termasuk kebutaan dapat dicegah dengan memeriksakan secara teratur enam bulan atau satu tahun sekali.

“Pemeriksaan bahkan perlu dimulai sebelum ada masalah yang dirasakan pada mata,” kata dia.

10. Tidur cukup
Yang terakhir, mata Anda butuh istirahat. Maka pastikan Anda tidur dengan cukup setiap harinya. Dr Michael F. Roizen dalam bukunya  An Insider’s Guide to the Body That Will Make You Healthier and Younger mengatakan, seperti Anda ketahui, tidur dapat memulihkan seluruh sistem pada tubuh termasuk mata.

“Tidur dapat membantu membran retina, memulihkan diri sejenak dari tugas yang melelahkan. Untuk membantu mengembalikan kinerja mata, Anda membutuhkan minimal lima jam untuk tidur,” tulisnya.

sumber : http://health.kompas.com/read/2013/11/12/1448130/10.Kiat.Hilangkan.Tegang.pada.Mata

Tanda Autisme Bisa Dikenali sejak Bayi

Menurunnya kontak mata dalam beberapa bulan pertama usia mungkin merupakan kunci untuk mengenali anak-anak yang kemungkinan mengidap autisme.

Bayi umumnya memusatkan perhatian pada wajah segera setelah lahir dan belajar mengenali isyarat-isyarat sosial dengan melihat ke mata orang lain.

Anak-anak yang mengidap autisme – gangguan tumbuh-kembang yang ditandai dengan ketidakmampuan melakukan interaksi sosial dan komunikasi – jarang mengadakan kontak mata.

Dalam studi yang didanai oleh Institut Nasional Kesehatan Mental Amerika, tim periset menggunakan peralatan pelacak mata untuk mengukur gerakan mata ketika anak-anak menyaksikan gambar pengasuhnya, dengan mencatat seberapa sering mereka melihat ke arah wajah, tubuh dan benda-benda lain. Sesi ini diselenggarakan 10 kali dalam waktu dua tahun.

Autisme biasanya tidak terdiagnosa hingga setelah usia dua tahun. Pada usia tiga tahun, sewaktu studi ini memperoleh kemajuan, data pelacak mata itu menunjukkan anak-anak yang mengidap autisme kurang fokus dan kurang memperhatikan mata pengasuh mereka.

Tim periset mengatakan hal itu menunjukkan anak-anak autistik dilahirkan dengan ketrampilan sosial yang utuh dan dengan mengenali tanda-tanda awal awal ketidakmampuan sosial itu, maka intervensi “dapat ikut mengurangi beberapa gangguan fisik terkait autisme. Temuan tim riset ini dilaporkan dalam jurnal “Nature”.

sumber : http://www.voaindonesia.com/content/tanda-autisme-bisa-dikenali-sejak-bayi/1785305.html