Mari mencicipi dan Berbagi Informasi Melalui Blog UB

Di Zaman modern ini Kita mungkin merasa aneh jika kita tidak tahu dengan dunia internet. Hari Gini Gak Tahu internet!! Mungkin itu yang akan dikatakan orang jika kita tidak tahu internet. Hal yang paling dikenal di dunia internet saat ini adalah sosial networking atau dalam istilah indonesianya jejaring sosial. Jejaring sosial yang lagi populer saat ini adalah facebook dan twitter. Selain itu ada juga Google+, Myspace, LinkedIn dan masih banyak yang lain. Dengan Jejaring Sosial kita bisa saling berbagi informasi dan saling berkomunikasi.

Selain Jejaring Sosial, di dunia internet kita juga mengenal istilah blog atau web log. Sebenarnya antara jejaring sosial dan blog adalah suatu hal yang memiliki tujuan yang hampir sama yaitu untuk berbagi informasi. Tapi biasanya pada blog biasanya berisi informasi yang lebih spesifik sesuai tujuan si pembuat blog.  Misal bagi dosen atau mahasiswa akan mengisi blog mereka dengan dunia yang mereka geluti baik itu mata kuliah ataupun hal-hal lain yang berhubungan dengan dunia mereka.

Jasa penyedia layanan blogpun tak kalah banyak dengan jejaring sosial. Beberapa yang sangat familiar dengan kita adalah wordpress dan blogspot. Selain itu ternyata ub juga menyediakan layanan untuk mahasiswa dosen dan karyawan untuk membuat blog. Tujuan dari UB untuk menyediakan layanan blog yaitu untuk mempermudah berbagi informasi dan tentu juga untuk meningkatkan ranking UB melalui penilaian webometrics.

Disini saya mengajak teman-teman baik yang berprofesi sebagai Dosen, mahasiswa atau karyawan untuk memanfaatkan layanan dari UB ini, karena dengan memanfaatkan layanan ini selain teman-teman dapat berbagi informasi atau menyampaikan uneg-uneg teman-teman melalui tulisan, teman-teman tanpa sadar juga berperan dalam meningkatkan peringkat UB pada penilaian webometrics. Selain itu juga jika teman-teman lagi beruntung juga akan mendapatkan hadiah dari UB. Yuk Kita cicipi dulu Layanan dari UB ini.

Pengumuman Pemenang UB Blogmetrics Award 2013

Setelah melalui 2 tahapan penilaian pada bulan September dan November, berikut ini adalah pengumuman pemenang untuk UB Blogmetrics Award 2013:

1. Kategori Blog Dosen

Juara 1, berhak mendapatkan 1 unit tablet android Samsung.

Nama User Blog Domain
Sigit Kusmaryanto http://sigitkus.lecture.ub.ac.id/

Juara 2, berhak mendapatkan  1 unit ponsel android Samsung.

Nama User Blog Domain
Tatiek Koerniawati http://tatiek.lecture.ub.ac.id/

Juara 3, berhak mendapatkan 1 unit tablet android Lenovo.

Nama User Blog Domain
Syekhfani Mohamad Harun http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/

Pemenang hadiah hiburan, masing-masing berhak mendapatkan 1 unit mouse wireless dan flashdisk.

No Nama User URL
1 Prof Dr Ir Soemarno MS http://marno.lecture.ub.ac.id/
2 yuniadi mayowan http://ymayowan.lecture.ub.ac.id/
3 Issa Arwani http://power.lecture.ub.ac.id/
4 Muchamad Ali Safa’at http://safaat.lecture.ub.ac.id/
5 Nuhfil http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/
6 Swasta priambada http://swastapriambada.lecture.ub.ac.id/
7 Dina Novia http://dinanovia.lecture.ub.ac.id/
8 Prof. Fatchiyah, Ph.D. http://fatchiyah.lecture.ub.ac.id/
9 Heru Susilo http://herususilofia.lecture.ub.ac.id/
10 Agustina Eunike http://aeunike.lecture.ub.ac.id/
11 Eni Sumarminingsih http://enistat.lecture.ub.ac.id/
12 Johannes Parlindungan http://johannes.lecture.ub.ac.id/
13 Ika Ruhana http://anahuraki.lecture.ub.ac.id/
14 Kuswanto http://kuswanto.lecture.ub.ac.id/
15 Herlindah Petir http://herlindahpetir.lecture.ub.ac.id/


Catatan:

  1. Untuk pemenang utama (juara 1, 2, dan 3) diharuskan membuat artikel/testimoni yang berisi ajakan kepada civitas akademika dalam hal penyebaran informasi melalui blog sebagai persyaratan pengambilan hadiah.
  2. Membawa kartu identitas pegawai saat pengambilan hadiah.

 

2. Kategori Blog Mahasiswa

Juara 1, berhak mendapatkan 1 unit tablet android Samsung.

Nama User Blog Domain
Andi Mudjianto http://blog.ub.ac.id/andimudj/

Juara 2, berhak mendapatkan  1 unit ponsel android Samsung.

Nama User Blog Domain
Tommy Kurniawan Subianto http://blog.ub.ac.id/mastertommy/

Juara 3, berhak mendapatkan 1 unit tablet android Lenovo.

Nama User Blog Domain
Fauzi Dwi Susanto http://blog.ub.ac.id/izuaf/

Pemenang hadiah hiburan, masing-masing berhak mendapatkan 1 unit mouse wireless dan flashdisk.

No Nama User URL
1 Achmad Fawzy http://blog.ub.ac.id/fawzy/
2 Ellen http://blog.ub.ac.id/dermolen/
3 Mohammad Nur Fauzi http://blog.ub.ac.id/fauzi/
4 Langgeng Setyono http://blog.ub.ac.id/langgeng/
5 WIRA EKA PUTRA http://blog.ub.ac.id/wira1/
6 Faizal Andri http://blog.ub.ac.id/faizalandri/
7 Fauzi Surplus Institute http://blog.ub.ac.id/zainudinfauzi/
8 Prima Santi http://blog.ub.ac.id/cdrhprimasanti90/
9 Faizal Abdi http://blog.ub.ac.id/faizalabdi/
10 Ardi http://blog.ub.ac.id/ardi93/
11 Imam Rochsidi http://blog.ub.ac.id/imamrochsidi/
12 Fangga Ratama Camada http://blog.ub.ac.id/faraca/
13 Agil Adham Reka http://blog.ub.ac.id/adampartner/
14 Septinia Eka Silviana http://blog.ub.ac.id/septinia/
15 Johan Ari Sandra http://blog.ub.ac.id/johanari/
16 Ditha Novi Anggraini http://blog.ub.ac.id/dithanovi/
17 Riska Puji Lestari http://blog.ub.ac.id/senyumu/
18 Aldi Nazar Basuki Wijaya http://blog.ub.ac.id/aldiwijaya/
19 Prof_ay http://blog.ub.ac.id/ayipriana/
20 Agung Wicaksono http://blog.ub.ac.id/blogagung/
21 Surotul Khikma http://blog.ub.ac.id/khikma/
22 Daning Eka Septyarini http://blog.ub.ac.id/daningfpub/
23 Ayuningtyas Megawati http://blog.ub.ac.id/ningtyisme/
24 Frelyta A. Z. http://blog.ub.ac.id/free/
25 Ikhlal Zupri Manurung http://blog.ub.ac.id/insert/


Catatan:

  1. Untuk pemenang utama (juara 1, 2, dan 3) diharuskan membuat artikel/testimoni yang berisi “ajakan kepada civitas akademika dalam hal penyebaran informasi melalui blog” sebagai persyaratan pengambilan hadiah.
  2. Membawa kartu tanda mahasiswa saat pengambilan hadiah.

 

3. Kategori Blog Staf

Juara 1, berhak mendapatkan 1 unit tablet android Samsung.

Nama User Blog Domain
Dyah Sushanty http://shanty.staff.ub.ac.id/

Juara 2, berhak mendapatkan  1 unit ponsel android Samsung.

Nama User Blog Domain
Yusuf R http://yusuf.staff.ub.ac.id/

Juara 3, berhak mendapatkan 1 unit tablet android Lenovo.

Nama User Blog Domain
Ida Paloepi http://larose.staff.ub.ac.id/

Pemenang hadiah hiburan, masing-masing berhak mendapatkan 1 unit mouse wireless dan flashdisk.

No Nama User URL
1 Saiful Aripin http://habibi.staff.ub.ac.id/
2 Mienyantono http://lifeskill.staff.ub.ac.id/
3 Wawing Budi Sasongko http://wawingsasongko.staff.ub.ac.id/
4 Vitha Iezha http://ieza.staff.ub.ac.id/
5 Vicky Syalala http://vickysyalala.staff.ub.ac.id/


Catatan:

  1. Untuk pemenang utama (juara 1, 2, dan 3) diharuskan membuat artikel/testimoni yang berisi “ajakan kepada civitas akademika dalam hal penyebaran informasi melalui blog” sebagai persyaratan pengambilan hadiah.
  2. Membawa kartu identitas pegawai saat pengambilan hadiah.

 

Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang UB Blogmetrics Award 2013.

Hadiah bisa diambil mulai hari Senin, tanggal 6 Januari 2014 di Unit Pemeringkatan Internasional UB, Gedung Senat Lt 2. Telp: (0341) 2383781

 

10 Kesalahan Umum Cara Sikat Gigi

Versi PDFVersi RTF

  1. Tidak Menggunakan Sikat Gigi yang Tepat
    Richard H Price, DMD, penasihat American Dental Association (ADA) mengatakan, “Jika Anda harus membuka rahang cukup besar untuk membiarkan gagang sikat masuk ke dalam mulut, bisa jadi sikat gigi terlalu besar untuk Anda. Gagangnya pun harus nyaman digenggam, sensasinya harus senyaman saat Anda memegang garpu saat makan. Semakin nyaman sikat gigi Anda, makin sering Anda akan menggunakannya dengan benar.”
  2. Memilih Bulu Sikat yang Salah
    Menurut para dokter gigi di WebMD, jenis bulu sikat tidak terlalu penting dan tak ada pengaruh lebih. Tampaknya, yang lebih penting adalah teknik membersihkannya ketimbang bentuk sikatnya. Para dokter gigi ADA menyarankan agar memilih sikat yang lembut, jangan yang kasar atau kaku karena bisa merusak/menyakiti gusi. Carilah bulu sikat yang cukup kaku untuk mengangkat plak, tetapi tidak cukup kuat untuk merusak gigi.
  3. Kurang Sering atau Kurang Lama
    Menurut ahli kesehatan gigi di WebMD, frekwensi sikat gigi tiga kali dalam sehari adalah yang terbaik. Ketika jarak waktu menyikat gigi terlalu jauh, plak bakteri akan menumpuk, bisa membuat radang gusi dan masalah lain pada mulut. Disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 menit setiap kali, akan lebih baik lagi jika dilakukan selama 3 menit. Angka waktu tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, namun dipatok agar kita bisa mempunyai waktu yang cukup untuk membersihkan permukaan gigi.
  4. Menyikat Gigi  Terlalu Sering atau Terlalu Keras
    Terlalu sering menyikat gigi, misal 4 kali dalam sehari, bisa membuat akar gigi teriritasi dan menyakiti gusi. Menyikat terlalu keras juga bisa merusak enamel (lapisan teratas gigi). Cara terbaik adalah menyikat gigi secara perlahan dan lembut selama 2-3 menit.
  5. Tidak Menyikat dengan Cara yang Benar
    Buat sudut 45 derajat dari garis gusi dan buat gerakan pendek-pendek saat menyikat. Gerakan menyikat panjang di sepanjang garis gusi bisa menyebabkan abrasi pada gusi. Sikatlah perlahan ke arah atas dan bawah dari gigi, jangan dengan gerakan menyamping pada gigi. Buat gerakan sirkular vertikal, jangan horizontal. Lakukan pada bagian permukaan gigi bagian depan, belakang, atas dan bawah serta pada lidah.
  6. Selalu Memulai Pada tempat  yang Sama
    Kebanyakan orang akan memulai pada titik yang sama setiap kali akan mulai menyikat gigi. “Mulailah di tempat-tempat yang berbeda supaya Anda tidak menjadi ‘malas’ untuk membersihkan titik yang lainnya. Jika Anda memulai di titik yang sama, Anda cenderung semangat di titik tersebut, kemudian malas membersihkan di titik yang terakhir,” jelas Price.
  7. Mengabaikan Bagian Dalam Gigi
    Kebanyakan orang ternyata sering kali lupa membersihkan bagian dalam gigi, bagian yang bersentuhan dengan lidah. Plak yang tersembunyi sama pentingnya untuk dibersihkan seperti plak yang terlihat. Titik yang paling sering dilupakan untuk dibersihkan adalah pada bagian dalam gigi depan.
  8. Kurang Bersih Membilas
    Bakteri bisa tumbuh pada sikat gigi yang lupa dibersihkan. Jika ini terjadi, bakteri tersebut bisa tumbuh dan kembali hinggap pada mulut Anda di sesi penyikatan berikutnya. Bersihkan sikat gigi setelah Anda menggunakannya dan pastikan tak ada yang menyangkut atau pasta gigi yang tersisa.
  9. Membiarkan Sikat Gigi dalam Keadaan Basah
    Sikat gigi yang basah dan lembab pun akan menjadi tempat favorit bakteri. Tak hanya itu, sikat gigi yang lembab akan merusak bulu sikatnya jika dibiarkan begitu saja. Akan lebih baik jika sikat gigi disimpan tertutup dalam keadaan kering. Biarkan kering, baru tutup dengan tutupnya.
  10. Tidak Mengganti Sikat Gigi Cukup Sering
    Rekoomendasi ADA  untuk mengganti sikat gigi setelah 3-4 bulan pemakaian atau langsung ganti ketika bulu sikatnya terlihat mulai rusak. Ketimbang Anda mematok waktu, perhatikan sikat gigi Anda. Saat ini sudah ada sikat gigi yang bulunya diberikan penanda warna. Saat warna memudar, maka sudah waktunya sikat tersebut diganti. Atau ketika Anda menemukan sudah ada bulu sikat gigi yang rontok, atau fleksibilitasnya mulai berkurang, segera ganti.

sumber :   10 Toothbrushing Mistakes webmd

Versi PDFVersi RTF

Sumber : http://growupclinic.com/2013/09/06/10-kesalahan-umum-cara-sikat-gigi/

21 Manfaat Merokok:

Versi PDFVersi RTF

Minimal Ada dua puluh satu manfaat dari merokok, yang membawa dampak semakin banyaknya jumlah perokok di indonesia. Dua puluh satu  manfaat merokok tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mendukung program pemerintah dalam mengurangi jumlah penduduk. Mengapa demikian? Tinggal lihat data-data yang dilansir World Health Organization (WHO) : Setiap Menit, 60 Orang Mati Karena Rokok, 100 juta kematian tercatat akibat tembakau pada abad ke 20 lalu. Jika tren ini terus berlanjut, akan ada kenaikan hingga satu miliar kematian pada abad ini, di Indonesia diperkirakan terjadi 1.174 kematian perhari akibat asap rokok.
  2. Karena rokok semakin banyak orang menikah (lagi). Hal ini terjadi statistik membuktikan bahwa perokok 53% lebih mungkin untuk mengalami perceraian dibandingkan pasangan yang tidak merokok. Berdasarkan penelitiannya Jerald G. Bachman PhD bahkan berani mengatakan bahwa “smoking is a strong predictor of divorce”. Bayangkan siapa saja yang akan diuntungkan? Perusahaan katering, bridal, tempat penyewaan tempat pernikahan akan ikut diuntungkan karena hal ini.
  3. Memberikan lapangan kerja tidak hanya bagi buruh rokok, pedagang asongan, pembuat asbak, tapi juga perusahaan obat, dokter, klinik dan rumah sakit. Bayangkan sekali kena serangan jantung bisa habis setidaknya 50 juta untuk perawatan, kalo uangnya ngga ada? Harus bisa ikhlas menerima jantung anda rusak. Bila anda selamat? Bersiaplah untuk hidup dengan kecatatan dan mau minum obat seumur hidup. Bagaimana jika terkena stroke? Harus siap dengan risiko lumpuh seumur hidup dan jadi beban keluarga.
  4. Bisa menjadi batu loncatan untuk karir yang lebih tinggi. Peneliti kesehatan dari Universitas Indonesia, Rita Damayanti mengatakan “Rokok adalah batu loncatan (stepping stone) untuk mengambil risiko yang lebih besar. Menurut data penelitian Rita, orang yang pernah merokok akan berisiko 13 kali menenggak alkohol, 7 kali berhubungan seks pranikah, dan 1,3 kali kecanduan narkoba. Hubungan antara rokok dengan kriminalitas. sudah banyak diteliti sejak ratusan tahun yang lalu. Kini statistik membuktikan bahwa 90% pelaku kejahatan adalah perokok. Mungkin tingginya konsumsi rokok di Indonesia menjadi salah satu penyebab merajalelanya korupsi di negeri ini.
  5. Mempercepat proses kerja birokrasi pemerintah. Sudah sangat lazim kalo birokrasi di Indonesia terkenal ruwet dan lama.. idiom yg dianut aparat birokrasi adalah: Kalau bisa diperlambat, kenapa harus dipercepat… Tapi semua itu akan berubah drastis ketika ada yg namanya: “uang rokok”. Segala urusan birokrasi seperti bikin KTP, SIM atau ngurus surat / administrasi di Kantor-kantor dinas, atau malah ketika ditilang, prosesnya akan cepat dan mudah bila ada “uang rokok”.
  6. Mengurangi jumlah orang miskin. Saat ini sekitar 71% perokok berasal dari kalangan menengah ke bawah. Di Indonesia Rokok adalah kebutuhan rumah tangga kedua terbesar setelah beras, 25% penghasilan rumah tangga rela dihabiskan orang untuk konsumsi rokok. Karena rokok terbukti menimbulkan beragam penyakit mematikan dan menurunkan usia harapan hidup, jika makin banyak orang miskin yang merokok, maka jumlah orang miskin makin berkurang.
  7. Bisa membentuk PARTAI PEROKOK INDONESIA dan memenangkan PEMILU. “Sekitar 31,4 persen atau 72,8 juta jiwa penduduk Indonesia adalah perokok,” ungkap Tjandra Yoga Aditama, dokter ahli paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan. Bila perokok Indonesia buat partai sendiri maka mereka akan akan bisa memenangkan pemilu.
  8. Membantu program Keluarga Berencana. Kerena merokok bisa mengganggu kehamilan dan menyebabkan Impotensi. Selain itu rokok juga dapat menurunkan produksi dan motilitas (kemampuan gerak) sperma. Sehingga bagi perokok yang ternyata kesulitan punya anak silahkan dicoba berhenti merokok, bila masih gagal silahkan berkonsultasi dengan dokter ahli fertilitas.
  9. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak, setelah keenakan dan diteruskan malahan susah berhenti. Sehingga selamat bagi anda yang merokok, mau mulai atau berhenti akan selalu dipenuhi kesusahan dan penuh perjuangan.
  10. Anti maling, karena rokok dapat mengakibatkan kerusakan pita suara yang menetap serta keganasan pada lidah, mulut, pita suara, tenggorokan dan paru-paru. Suara perokok yang serak disertai batuk berat di malam hari dipastikan cukup menakutkan untuk menakuti penjahat.
  11. Membuat awet muda, karena perokok umumnya meninggal muda. Rokok terbukti dapat mengakibatkan 1001 macam penyakit seperti keganasan, penyakit paru, penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, stroke, dsb. Karena hal itu Usia harapan hidup perokok rata-rata lebih rendah dibanding mereka yang tidak merokok.
  12. Membantu menyuburkan industri kecantikan. Bayangkan gara-gara rokok parfum yang bisa menyamarkan bau rokok laku keras, gigi yang menguning membutuhkan pasta gigi khusus, kulit yang lebih cepat menua membutuhkan perawatan khusus, rambut yang lebih cepat rontok dan beruban juga akan membutuhkan beragam produk shampoo atau cat rambut.
  13. Melaris-maniskan klinik gigi. Asap Rokok mengandung amonia, hidrogen sianida, karbon monoksida, nikotin dan tar – semuanya adalah racun berbahaya. Jika anda merokok coba iseng-iseng lewatkan asap rokok ke tisu putih, tidak lama warnanya akan berubah kuning. Hal yang sama terjadi di gigi, gigi akan berubah kuning dan kelamaan akan menghitam karena timbul karang gigi (kalkulus), ini bisa timbul akibat penumpukan tar / aspal di gigi perokok. Beragam racun yang ada pada asap rokok tadi akan menganggu fungsi tubuh untuk memperbaiki dirinya, efek vasokonstriktif yang ditimbulkan dapat mengganggu peredaran darah sehingga oksigen dan nutrien yang dibutuhkan jaringan gusi terganggu. Proses akhirnya Gigi perokok akan kuning, dipenuhi karang gigi, mudah mengalami infeksi, bau tak sedap (halitosis), dan mudah tanggal dibandingkan mereka yang tidak merokok.
  14. Mempermudah proses menyeleksian pegawai. Karena rokok diketahui dapat menimbulkan beragam permasalahan kesehatan perusahaan asiransi pun tidak mau ambil risiko, mereka akan menyeleksi peserta asuransi yang merokok melalui beragam pemeriksaan kesehatan yang lebih banyak untuk menyingkirkan berbagai kelainan yang mungkin dimiliki dan menetapkan premi asuransi yang lebih besar untuk perokok. Risiko mendapat pegawai yang nantinya sakitan dan berpotensi meninggal muda karena rokok terlalu besar untuk ditanggung perusahaan.
  15. Mempermudah proses pemilihan pimimpin dalam Pemilu. Beragam penelitian dibidang psikologi telah menemukan bahwa perokok “memiliki kesulitan untuk belajar dan berpikir dalam konsep yang tinggi” dan ketika dihadapkan pada suatu permasalahan “lebih mungkin untuk panik” dibandingkan mereka yang tidak merokok. Jadi jika ingin negara kita benar pilihlah mereka yang tidak merokok.
  16. Turut menyukseskan perekonomian (China). Ternyata begitu besarnya kebutuhan Industri Rokok akan tembakau, 1/3 kebutuhan tembakau dalam Negeri masih diimpor dari luar negeri – dan nilai ini terus bertambah setiap tahunnya. Perusahaan rokok yang sudah sangat diuntungkan masih serakah dan ingin mendapat untung besar dengan mengimpor Tembakau dari China yang jauh lebih murah dari harga tembakau dalam negeri.
  17. Mencetak banyak konglomerat Indonesia. Ternyata Industri rokok sangat menguntungkan, bayangkan dua bersaudara Michael Budi Hartono & Michael Bambang Hartono pemilik Djarum Super berhasil mengeruk untung yang sangat besar dari pelanggannya yang kebanyakan adalah orang tak mampu, berhasil  menguasai raksasa perbankan Indonesia BCA dan menjadi orang 2 terkaya di Indonesia. Konglomerat rokok lainnya yang masuk ke jajaran orang terkaya Indonesia adalah Susilo Wonowidjojo pemilik Gudang Garam dan Putra Sampoerna yang tadinya pemilik HM Sampoerna. Bagaimana dengan para petani tembakau? Tetap miskin dari dulu sampai sekarang. Bagaimana dengan pelanggannya? Semakin miskin dan sakit karena rokok.
  18. Rokok turut memajukan kegiatan Sekolah / Kemahasiswaan / Kemasyarakatan, keseniaan / olah raga dan bahkan Industri Musik Indonesia. Jika hendak mengadakan kegiatan silahkan hubungi perusahaan rokok, mereka pasti dengan senang hati akan membantu, syaratnya adalah mereka bisa pasang spanduk rokok dan mengirim SPG cantik untuk turut meramaikan kegiatan. Wah siapa yang akan menolak, tidak perlu penggalangan dana sudah dikasih duit banyak dengan persyaratan ringan. Acara berlangsung sukses sementara booth perusahaan rokok akan dikunjungi banyak orang karena ada pembagian rokok gratis dan ada SPG yang cantik dan menarik. Ini adalah salah satu cara Industri rokok mendapatkan pelanggan tetapnya, anak-anak muda yang masih labil dengan mudah mau mencoba rokok karena teman atau idolanya merokok. Mereka masuk kedalam perangkap Industri Rokok dan akhirnya mmengembangkan ketergantungan seumur hidupnya. Survei Global Youth Tobacco di Indonesia menunjukkan peningkatan prevalensi perokok remaja usia 13-15 naik lebih dari 1,5 lipat selama kurun waktu tiga tahun, yakni dari 12,6 persen tahun 2006 menjadi 20,3 persen tahun 2009.
  19. Rokok kemajukan bisnis konstruksi. Karena gara-gara rokok, penyedia gedung publik harus menyediakan ruangan khusus perokok, pemilik cafe & resto juga harus menyediakan ruangan yang terpisah untuk mereka yang merokok dan tidak merokok. Beragam penelitian membuktikan bahwa dampak paparan rokok pasif tidak kalah berbahaya dibandingkan merokok secara aktif. Istri seorang perokok memiliki risiko yang jauh lebih besar untuk mendapatkan kanker paru, bayi yang terpapar asap rokok memiliki risiko yang lebih tinggi untuk meninggal mendadak. Jadi wajarlah bila kami yang tidak merokok seringkali gusar bila tetangga sebelah merokok seenaknya. Jika anda masih berniat untuk merokok silahkan, tapi mohon jangan didekat kami yang tidak merokok atau keluarga anda karena kami punya hak untuk hidup dengan udara yang bersih.
  20. Rokok memajukan bisnis periklanan Indonesia. Rokok adalah salah satu produk yang paling banyak diiklankan di Indonesia. Silahkan dicek dijalanan yang anda lalui ada berapa banyak reklame rokok atau warung yang dipasangi iklan rokok. Iklan rokok selalu bercerita tentang rasa setia kawan yang kuat antar perokok pada kenyataannya tanpa rokok pun kita bisa memiliki sahabat baik yang bisa setia. Iklan rokok juga menceritakan kesuksesan yang diraih seseorang karena merokok, pada kenyataannya pola pikir perokok berat pada banyak penelitian terbukti terganggu dibanding mereka yang tidak merokok, para pemilik perusahaan rokok yang benar-benar sukses dan berumur panjang tidak merokok. Orang yang dulu muncul di iklan rokok Marlboro kini adalah aktivis anti rokok sudah meninggal akibat kanker. Berapa banyak iklan layanan masyarakat yang mengingingatkan kita tentang bahaya merokok? Praktis tidak ada. Mudah-mudahan tulisan saya dibaca perokok atau keluarganya sehingga bisa jadi semangat untuk bisa hidup tanpa rokok.
  21. Rokok adalah sumber pendapatan negara yang besar, untuk tahun 2013 saja target penerimaan cukai rokok adalah 88 trilyun. Sepertinya besar sekali ya? Walau demikian cukai rokok Indonesia termasuk yang terendah di dunia. Harga rata-rata sebungkus rokok di Indonesia hanya sekitar Rp 10.000 / bungkus – hanya 1/3 harga rokok di malaysia atau 1/8 harga rokok di Singapura. Untuk sebuah produk yang banyak membawa dampak buruk terhadap kesehatan dan menimbulkan ketergantungan yang sulit dihilangkan harga rokok di Indonesia masih terlalu murah sehingga bisa dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat tidak mampu dan bahkan anak-anak.

Kerena tingginya konsumsi rokok di Indonesia, akan banyak perokok Indonesia yang akan jatuh sakit. Sebagian besar dari mereka adalah warga tak mampu dan saat mereka sakit mereka akan dihadapkan pada pelayanan kesehatan di RS Pemerintah yang masih buruk. Mereka yang terkena serangan jantung tidak bisa mendapat tindakan Percutaneus Coronary Intervention (PCI) karena fasilitas ini jarang ada di RS pemerintah dan biayanya terlalu tinggi. Mereka yang terkena stroke kemudian lumpuh dan harus menjalani fisioterapi, harus mau menjalani rutinitas yang sama mengantri panjang di RS Pemerintah.

Semua ini adalah kenyataan yang banyak dijalani “mantan perokok” dan dianggap wajar karena anggaran kesehatan Indonesia hanya 34 Trilyun atau sekitar hanya sekitar 2% dari APBN. Padahal anggaran kesehatan yang pantas dan wajar menurut WHO adalah 5% dari Gross Domestic Product atau sekitar 350 Trilyun / tahun. Karena anggaran yang minim ini fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan Indonesia masih serba kurang dan terbatas. Karena begitu besarnya dampak rokok terhadap kesehatan masyarakat, maka sudah sepatutnyalah cukai rokok dinaikkan dan pendapatan tambahan yang didapat negara darinya dialihkan untuk anggaran kesehatan. Sehingga kedepannya dampak yang ditimbulkan rokok terhadap masyarakat Indonesia benar-benar dapat ditanggulangi oleh negara dan penduduk Indonesia tidak hanya dibiarkan mati atau sakit karena rokok.

sumber : http://dib-online.org/21-manfaat-merokok/

Versi PDFVersi RTF

Surat Terbuka untuk Hakim Agung

Versi PDFVersi RTF

Surat Terbuka

Dari             :    dr.Patrianef SpB, SpB(K)V Bedah Vaskuler

Kepada      :    Hakim Agung Artijo Alkostar, Wamenkumham Deni Indrayana, Wakil Ketua MK Hakim Arif Hidayat, dan Ibu Ribka Ciptaning dkk

Assalamu’alaikum Wr. Wb. dan Salam hormat,

Perlu Kami sampaikan terlebih dahulu kepada Bapak-bapak yang mulia bahwa Kami ini adalah anak-anak Bangsa, Dokter Indonesia yang tidak pandai berpolitik, Kami tertinggal jauh di saat situasi seperti sekarang ini dimana survive seseorang ditentukan oleh kepiawaiannya berpolitik. Kami ini hanya anak-anak Bangsa yang tercerabut dari lingkungannya, diisolasi dari lingkungannya untuk mempelajari dunia kedokteran dengan tujuan yang katanya mulia untuk membantu anak-anak Bangsa yang lain.

Di saat rekan-rekan Kami sibuk berdiskusi sesamanya, Kami sibuk dengan dunia Kami. Kami sangat tergagap belajar dengan buku-buku tebal yang kami hadapi saat masuk kedokteran. Tergagap menengok tebal dan banyaknya buku. Di saat rekan Kami sibuk berpolitik Kami masih belajar keras, khawatir dengan ancaman Drop Out. Di saat orang lain tertidur Kami sibuk belajar. Akibatnya Kami seperti yang anda lihat sekarang, begitu bodoh dan tergagap saat menghadapi serangan bertubi-tubi dari dunia anda.

Kami bukanlah putra-putri terpilih Bangsa, bukan juga orang-orang yang mulia, tetapi Kami adalah orang-orang hasil produk yang anda bentuk, yang tahunya hanya bagaimana menghadapi pasien. Hari-hari Kami dipenuhi dengan pasien dari pagi sampai ke pagi berikutnya masih bercerita tentang pasien. Bapak-bapak Tidak perlu khawatir bahwa Kami saat ini berpolitik, Kami tidak punya waktu, tidak pandai dan terlalu lugu untuk berpolitik. Sesudah jadi Dokter hari-hari Kami diisi dengan menangani pasien. Dan putra-putra Bangsa yang sudah tidak pandai berpolitik tersebut dilemparkan jauh ke tengah daerah terpencil untuk melayani Bangsa dengan dalih wajib kerja sarjana. Banyak sarjana di Indonesia kenapa hanya Kami yang wajib pergi ke daerah terpencil.

Kami juga bukan orang yang kaya-kaya amat. Kami juga tidak punya peluang merugikan Negara. Kami tidak berurusan dengan uang di Rumah sakit. Di tengah sebagian pernyataan politisi ”Dokter jangan meminta uang muka di RS”, Kami bingung ini ketidaktahuan atau memang sengaja dibentuk untuk menggiring opini masyarakat bahwa Dokter berurusan dengan uang dan rakus. Urusan duit urusan Manajemen Rumah Sakit, Kami hanya pekerja medis yang berurusan dengan keselamatan pasien. Ada sedikit Dokter yang punya uang dan banyak juga yang hidup sederhana. Seperti banyak profesi lain juga. Tetapi lalu karena Kami Dokter, Kami juga tidak boleh punya rumah, Kami juga tidak boleh punya mobil?

Dan anda bentuk opini masyarakat dengan mengedepankan Dokter-Dokter yang hidup sederhana bergelut dengan pelayanan dasar di daerah kumuh, lalu anda menginginkan semua Dokter seperti itu. Inilah Dokter yang mulia tidak memerlukan duit dibayar recehan pun boleh. Pada hari lain anda menampilkan hal yang kontradiksi dengan menampilkan pelayanan kesehatan di Negara tetangga jauh lebih maju dan orang Indonesia yang kaya-kaya pergi berobat ke sana. Anda meminta tolong tingkatkan layanan kesehatan.

Saya punya seorang pasien Dokter yang dirawat di ruangan kelas tiga dengan kartu JKS dengan segala pernak pernik kemiskinannya. Apakah anda menginginkan begitulah wajah Dokter Indonesia. Selanjutnya anda akan masukkan Dokter dari luar negeri karena Dokter Indonesia kalah kwalitas.

Kami memang tidak punya banyak uang, Kami bekerja siang malam 24 jam, siap dipanggil dan bekerja 7 X 24 jam seminggu, Kami bekerja dengan nanah, feses, urine, dahak, darah. Kami terkena sinar radiasi yang merusak. Kami mungkin menghadapi anda dengan wajah letih, tahukah anda bahwa Kami tidak punya jam kerja, di tengah profesi lain yang bekerja 37.5 jam seminggu Kami bekerja 7 x 24 jam. Kami dihargai dengan hanya kalimat profesi mulia, dan Kami ditekan dengan sebutan tersebut untuk tidak menuntut banyak.

Opini masyarakat juga digiring dengan pernyataan Dokter sering melalaikan pasien. “Ya Allah, pasien yang mana yang Kami lalaikan”. Jika ada pasien yang terlantar di UGD karena tidak punya kartu dan tidak punya uang, sehingga tidak dilayani, apakah Kami yang disalahkan? Jika pemeriksaan laboratorium lama Kami juga yang dianggap lalai? Karena kamar operasi penuh Kami juga yang lalai? karena kamar rawat tidak ada, Kami juga yang salah? Kami tidak mengurus tetek bengek administrasi, itu urusan manajemen. Ada banyak profesi lain dalam menangani pasien, ada perawat, ada apoteker, ada radiografer, ada perawat laboratorium, ada perawat anestesi, ada akuntan, ada juru kereta dorong, ada kasir semuanya melayani pasien. Kelailaian bisa terjadi dimana saja. Keinginan seorang Dokter pasien harus segera dilayani itu yang mungkin tidak anda ketahui.

Kami sangat terkejut dengan hukuman yang anda timpakan kepada salah seorang anggota profesi Kami. Sangat tidak mungkin sebagai sesama profesional anda tidak tahu bagaimana menetapkan seseorang dalam lingkungan profesional. Sebagaimana Bapak hakim Agung Yang Mulia, anda juga seorang profesional, anda tidak bisa dihukum karena anda menjatuhkan hukuman kepada orang yang tidak bersalah. Mungkin seseorang sudah dihukum oleh hakim, Apakah Bapak Hakim Yang Mulia Ingat kasus Sengkon dan Karta? Lalu apakah hakim dihukum pidana karena itu. Untuk menentukan seorang hakim bersalah harus terlebih dahulu ditetapkan oleh Profesinya mungkin dengan membentuk majelis kehormatan, jika majelis kehormatan menentukan bersalah akan ditetapkan hukumannya.

Bahkan sebagaimana Bapak ketahui, jelas-jelas persoalan korupsi seperti hakim konstitusi, masih dibawa ke Majelis Kehormatan, yang ini tidak saya komentari mungkin itu karena Kami tidak mengerti makna mejelis kehormatan, atau memang ada proses pembodohan pada rakyat indonesia dari profesi yang katanya terhormat.

Kami saat ini benar-benar lelah Bapak hakim, anda tuduh Kami minta keistimewaan dari sisi hukum, anda tuduh Kami meminta kekebalan hukum. Saya betul-betul ingin tahu apakah itu pernyataan politik anda atau pernyataan karena ketidaktahuan anda. Jika anda tidak tahu, saya meragukan profesionalitas anda dari sisi hukum. Jika Kami berbuat pidana korupsi, mencuri, membunuh, memperkosa lalu Kami minta tidak dihukum karena Kami Dokter, itu baru namanya Kami minta kekebalan hukum.

Hakim Artijo Alkostar dan kawan kawan yang saya hormati, jika ada hakim yang membebaskan seseorang pada Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, kemudian hakim lain menghukum pada Mahkamah Agung, artinya hakim pada Pengadilan Negeri dan Tinggi salah menghakimi apakah hakim tersebut akan anda hukum karena salah mengambil keputusan, tidak, kenapa?

Bapak-bapak yang Kami muliakan. Anda diberi kehormatan sebagai wakil Tuhan untuk menghukum seseorang bahkan mencabut nyawa seorang dengan hukuman mati. Oleh karena itu anda sangat dimuliakan dan dihormati, tidak ada yang lain yang mempunyai hak mencabut nyawa seseorang selain profesi hakim. Kami ditugasi sebaliknya yaitu mempertahankan nyawa seseorang semaksimal mungkin. Apakah dengan mempunyai tugas sebaliknya tersebut Kami kehilangan kemuliaan? Apakah di Negeri ini yang mulia itu adalah yang bisa merusak atau menghukum. Kami tidak menuntut kemuliaan dengan bisa memperbaiki, menyembuhkan karena itu semua adalah kuasa Allah SWT, Kami hanya makhluk sama seperrti anda sekalian yang mempunyai sedikit ilmu yang bisa digunakan untuk menolong sesama.

Bapak-bapak sekalian selama Kami berprofesi, Kami sangat sering menemui kegagalan, Kami sering menemui kematian. Lalu apakah akibat kematian tersebut Kami akan dihukum. Apakah hanya akibat selembar surat izin operasi Kami akan dihukum. Lalu jika ada diantara bapak atau kerabatnya yang mengalami kecelakaan diantar datang ke UGD dalam keadaan emergensi apakah Kami harus menunggu izin keluarga. Akan banyak kematian kematian di ruangan emergensi, dan mungkin nanti sebaliknya lagi Kami akan dihukum karena Kami melalaikan pasien.

Menurut Bapak Wakil Ketua MK Arief Hidayat penanganan yang dilakukan dokter terhadap pasien lebih mudah daripada pekerjaan montir. “Jadi, profesi montir itu lebih sulit daripada profesi dokter”. Memang Kami tidak sehebat montir yang menangani mobil-mobil mewah, pasien Kami sebagian besar rakyat miskin, yang mungkin hanya akan dihitung harganya jika akan ada pemilihan umum atau Pilkada atau Pilpres dan harganya paling juga berapa. Kami sangat sedih dengan pernyataan Bapak-bapak, saat Kami sudah jatuh, anda purukkan semakin dalam. Tolong jangan hina profesi Kami apapun argumennya. Apa Kami juga bisa menyatakan bahwa profesi montir lebih baik dari Hakim, pasti bapak akan tersinggung.

Saat ini anda bentuk opini bahwa Kami tidak boleh demo untuk menyatakan pendapat Kami, lalu dimana Kami harus menyatakan pembelaan diri Kami. Di saat semua saluran tertutup, Kami menggunakan hak konstitusional Kami, hak yang diakui secara internasional. Kami memang tidak punya kekuatan politis, secara politis Kami lemah, Kami tidak punya wakil yang benar-benar mewakili profesi Kami. Dari mahasiswa Kami sudah tidak pandai berpolitik. Kami menangis di depan istana Negara minta perhatian, Kami menangis didepan Mahkamah Agung minta keadilan, kenapa Kami dihujat karena melakukan hal tersebut. Lalu kepada siapa lagi Kami memohon. Kami tidak punya kekuatan, jumlah Kami tidak cukup besar, Kami juga tidak mampu dan tidak ingin membongkar pagar MA, Kami tidak demo dengan kekerasan. Kami hanya berteriak “ Oh Bapak Kami tolong dengar suara Kami”. Lalu apakah Kami salah karena ini. Apakah hak konstitusional Kami juga akan dihabisi. Kami hanya ingin minta diselamatkan, selamatkan Kami selamatkan Dokter Indonesia, selamatkan Bangsa ini, selamatkan negara ini. Ya Allah selamatkan Kami, selamatkan Bangsa Kami selamatkan negara Kami.

Versi PDFVersi RTF

Dokter Bukan Tuhan, Rubahlah Persepsi “Ke Dokter Pasti Sembuh”

Sosok dokter kerap diidentikkan dengan dewa penyembuh. Bagaimana tidak? Sakit yang menyiksa dapat dipulihkan bila pasien rajin berkonsultasi dan menjalani pengobatan sesuai yang disarankan oleh dokter.

Namun, sering kali proses ini terjadi tanpa pasien ikut proaktif dan mengetahui kondisi dan pengobatan yang diterimanya. Kondisi ini didukung dengan dokter yang cenderung sedikit bicara dengan pasien.

Akibatnya, anggapan bahwa kalau berobat ke dokter pasti sembuh terus terjadi dan semakin melekat. Namun, bila proses pengobatan tidak berlangsung seperti keinginan pasien, maka dokter dianggap melakukan kesalahan.

“Padahal, pergi ke dokter adalah upaya penyembuhan maksimal sesuai keahlian yang dimiliki. Dokter lebih berorientasi pada pelayanan medis, bukan hasil yang diperoleh,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) dr Daeng Muhammad Faqih kepada KOMPAS Health, Selasa (26/11/2013).

Daeng menjelaskan, tidak semua upaya penyembuhan dokter berakhir dengan baik. Pada beberapa kasus, pasien tidak mengalami kesembuhan dan berujung cacat atau kematian.

Peluang untuk tidak sembuh, kata Daeng, tentu ada pada setiap penanganan kasus. “Persepsi ke dokter pasti sembuh harus diubah. Kesembuhan bagaimanapun bukan dokter yang menentukan. Meski begitu, setiap pasien yang datang harus ditangani bagaimanapun kondisinya,” katanya.

Hal ini sesuai aturan dalam kode etik kedokteran, yang mengharuskan dokter menangani pasien walau angka ketidakpastian sembuh tinggi. Aturan ini sekaligus mengharuskan dokter memberikan kemampuan terbaiknya untuk menyelamatkan pasien. Dokter, kata Daeng, sebatas berupaya semaksimal mungkin tanpa bisa memberikan jaminan bagaimana akhir proses tersebut.

Berkaca dari kasus pidana yang menimpa beberapa dokter atas tuduhan malapraktik, Daeng mengatakan, hal ini bisa menimbulkan kegelisahan di kalangan dokter.

“Kalau begini dokter akan menangani kasus yang pasti saja. Kasus emergency, seperti yang terjadi pada dr Ayu, tidak akan ditangani karena belum diketahui akhirnya. Jika itu terjadi, tentu akan merugikan pasien,” kata Daeng.

Terkait kasus tersebut, Daeng mengatakan, ada dua hal yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah mengubah kebiasaan dokter yang pelit bicara. Pasien juga bisa membantu dengan rajin bertanya tentang penyakit dan penyembuhannya.

Yang kedua adalah adanya pengaturan standardisasi upaya penyembuhan. Dengan adanya aturan yang berlaku untuk semua instansi kesehatan, maka akan lebih mudah mengetahui bagaimana upaya penyembuhan sebaiknya dilakukan.

“Dengan aturan ini, maka lebih mudah diketahui tindakan seperti apa yang dikatakan malapraktik. Dalam kasus dr Ayu, yang dilakukan bukan malapraktik. Namun karena tidak ada aturan kualitas penyembuhan, maka tindakan tersebut disangka sebagai malapraktik,” kata Daeng.

Ia menjelaskan, malapraktik terjadi jika dokter tidak melakukan upaya penyembuhan sesuai standar profesi. Hal ini bertentangan dengan kasus emergency pada dr Ayu, yang mengharuskan penanganan sesegera mungkin.

Adanya aturan baku diharapkan bisa membuka pemahaman masyarakat terkait tindakan yang tergolong malapraktik dan bukan. Dengan demikian, kasus serupa tidak kembali terulang.

sumber : http://health.kompas.com/read/2013/11/27/1130563/IDI.Persepsi.ke.Dokter.Pasti.Sembuh.Harus.Diubah.

Jadilah dokter yang Bijak atau Pasien yang Cerdas

Setelah heboh seorang dokter kandungan dijebloskan ke penjara di Manado, seorang sejawat lain, ahli kandungan juga disiram kopi panas di suatu Rumah sakit di Jakarta. Kabarnya, tidak hanya itu, sang dokter dibentak, dicaci maki, dan bahkan dipukul.

Saya tidak tahu mengapa suami pasien sampai melakukan itu. Tetapi, apapun alasannya, disamping tidak patut, tindakan itu pasti akan mengakibatkan pengaruh tidak baik terhadap hubungan dokter-pasien yang merupakan faktor penting dalam pelayanan kesehatan, dan proses penyembuhan pasien.Pasien (keluarga) nakal—mau saya bilang kurang ajar, rasanya kok tidak sopan— bukan tidak ada, bahkan banyak sekali. Itu tidak hanya terjadi di kota-kota besar, di kota kabupaten, bisa demikian. Beberapa tahun yang lalu, seorang teman sejawat dokter spesialis yang sama-sama  ditempatkan di suatu rumah sakit dengan saya mengalami hal yang sama, bahkan lebih berat lagi, diancam senjata tajam. Saya tidak tahu pasti pokok persoalannya, asal muasalnya.

Menurut cerita yang sampai ke saya waktu itu, ada pasien yang dirawat oleh sang sejawat. Selang tidak lama setelah dirawat, keadaan pasien semakin memburuk. Kemudian, datanglah keluarga pasien, ingin tahu tentang keadaan pasien. Tetapi, karena bukan jam kerja, dokter yang merawat tidak ada di ruangan. Lalu keluarga pasien itu marah-marah, perawat pun kena damprat, apalagi dokter yang dia hubungi tidak kunjung datang. Singkat cerita, keluarga ini datang ke rumah Dokter itu, sampai di sana, entah apa veritapnya, dia  mengeluarkan pisau dan menancapkannya di atas meja yang ada di rumah. Kemudian, tidak berapa lama setelah kejadian itu, sejawat ini minta pindah ke kota lain, tetapi karena pemerintah daerah sangat memerlukannya, izin pindah tidak diberikan. Namun, saya ingat sekali alasannya waktu, kalau saya berkerja di sini tidak adala lagi rasa nyaman, aman untuk apa saya bertahan, ungkapnya. Dan, akhirnya sejawat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat lainnya itu pindah ke kota lain walau harus melepaskan statusnya sebagai pegawai negeri.Tidak hanya teman sejawat saya itu, saya sendiri-pun sebenarnya pernah mengalaminya, digertak dan mau ditampar oleh keluarga pasien. Persoalannya karena saya dianggap terlambat melayani keluaraganya yang baru dirawat. Menurut dia — kabarnya orang ini  jago di kota ini, ke mana-mana pisau terselip di pinggangnya— keluarganya yang sakit katanya sesak sekali, dan saya harus datang, tidak cukup hanya dokter jaga. Pada hal waktu pasien baru masuk di UGD, Saya sudah memeriksa pasien. Tidak seperti teman sejawat Saya yang memilih keluar dari Rumah sakit itu dan pindah, Saya sampai sekarang masih tetap di sana. Saya anggap itu perbuatan orang bodoh, dan apalagi dia hanya menggertak dan katanya mau mau menampar. Saya ingat, anjing yang menggongong tidak akan menggigit…..hahahaha, kecuali dia benar-benar menampar…. Hehehehe, kalau begitu, dokter tampaknya perlu belajar beladiri.

Nah, itu baru cerita keluarga pasien, pasien sendiri juga tidak kalah jagoannya. Walau tidak sampai menyiram dengan kopi panas, mengancam dengan pisau, tetapi, marah dengan bermacam ekpresi, membentak, mengamuk, cacimaki, mengobrak abrik ruangan,  mau diadukan, dituntut, dan sebagainya yang dialamatkan kepada, baik perawat atau pun dokter sering saya lihat. Kalau mata melotot, muka menyeringai, geram, dan bermacam perasaan tidak senang barangkali sudah menjadi sarapan pagi sehari-hari.

Dan, “kenapa pasien (keluarga) sampai melakukan hal-hal seperti itu?” Seperti kasus yang dialami dokter X di atas? Banyak jawaban yang dapat diberikan oleh pasien atau keluarganya, seribu jawaban mungkin bisa dikemukakannya. Tetapi, banyak juga pasien yang marah dengan alasan yang tidak jelas, alasan yang tidak masuk akal. Sebagai contoh, perawat saya, termasuk saya pernah diamuk pasien dan keluarganya, hanya karena dia, entah keluarga, entah teman, entah pendukung seorang anggota dewan, tidak mau dirawat di klas 3, maunya kelas 1, pada hal dia adalah pengguna kartu jamkesmas.

Lalu, saya juga sering diplototi pasien, terutama bila saya dianggap terlambat datang ke poliklinik. Ya,  Saya bisa memahaminya karena pasien lama menunggu, tetapi pasien juga harusnya juga bisa memahami, terlambat ke poliklinik bukan karena baru selesai visite di ruangan, misalnya. Dan, karena pasien hanya melihat secara sepintas, hanya sesaat, tidak mengetahui aktifitas dokter sebelumnya, maka pasien sangat mudah menghakimi seorang dokter. Labelisasi dokter yang malas, tidak ramah, tidak komunikatif, tidak peduli dengan pasien, tidak bertanggungjawab dengan mudah diberikan kepada seorang dokter, walaupun pasien barangkali baru sekali dan pertama kali bertemu dengan sang dokter.

Ok, tulisan ini tidak akan membahas masalah mengapa pasien sampai marah, mengamuk, mengancam, menganiaya,  tetapi sepintas saya ingin melihat akibatnya pada hubungan dokter-pasien. Seperti diketahui, hubungan dokter-pasien ini adalah bagian sentral dalam proses pelayanan pengobatan. Outcome yang baik dari tindakan, proses penyembuhan, tidak mungkin diharapkan dari hubungan yang buruk. Apalagi hubungan antara dokter dengan pasien yang dianggap sebagai hubungan kontraktual, unsur kepercayaan itu sangat penting. Kepercayaan yang hilang antara dokter-pasien, karena ancaman, menakuti-nakuti, penganiayaan, atau tidak saling menjaganya, hasilnya adalah tentu outcome yang buruk juga. Seperti pada kasus dokter yang disiram kopi, dipukul  di atas. Jangankan mengharapkan penyembuhan yang diinginkan oleh para pihak, hubungan jadi terputus, yang sakit mungkin semakin menderita, dokternya juga demikian, dan bahkan hubungan ini bisa berlanjut di pengadilan.

Jadi, sebagai pembelajaran dari kasus penganiyaan, kekerasan yang dialami sejawat ahli kandungan, dan barangkali masih banyak kasus lain, hanya saja tidak diekspose, baik oleh  pasien, keluarganya. Maka,  baik dokter, maupun pasien harus saling instrospeksi diri. Mengutip istilah Prof Daldiyono, jadilah dokter yang bijak  atau pasien yang cerdas.

Dan, perlu juga diingat, bahwa bila seorang dokter dianiya, seperti pasien yang merasa dirugikan, maka dokter juga berhak  menuntut pasien. Nah, “apakah ini yang kita inginkan?” Kemudian, kepada sejawat khususnya, saya ingin mengutip kata-kata bijak yang pernah saya baca; “orang (pasien) tidak akan mempertanyakan apa yang saudara berikan (keahlian, tindakan), tetapi bagaimana saudara melakukannya dan menyampaikannya.
sumber : http://health.kompas.com/read/2013/11/28/1052573/Bila.Dokter.Dianiaya.