Uban Muncul Di Usia Muda

Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang usianya masih tergolong muda, yaitu sekitar 20-an, tapi rambutnya sudah tumbuh uban di sana-sini. Bisa jadi, Anda juga mengalami hal sama. Padahal usia Anda masih 30-an, masih tergolong relatif muda untuk beruban kan? Secara medis, uban sebetulnya tidak mengganggu kesehatan tubuh. Namun, akan ‘sedikit’ menganggu penampilan.

Penasaran kenapa uban bisa muncul di usia muda? Berikut ini penjelasan medisnya!

Penyebab

Uban yang muncul di usia mudah lebih banyak karena faktor genetik atau keturunan. Uban terjadi karena pigmen rambutnya sudah tidak ada lagi. Padahal, pigmen inilah yang menentukan warna rambut. Pada orang Asia, memiliki pigmen rambut yang disebut dengan eomelanin. Karena pigmen eomelanin berwarna gelap atau hitam, makan tak hanya kulit, tapi rambut pun ikut berwarna gelap. Selain itu ada sebagian orang yang tubuhnya memang tidak bisa memperoduksi pigmen. Misalnya pada kasus albinism (albio) dan vitiligo. Sehingga rambutnya pun tak bisa berwarna hitam.

Kekurangan gizi juga bisa menyebabkan berkurangnya kadar pigmen. Sehingga rambut pun akan semakin pirang dan kemudian putih, beruban. Selain itu juga seseorang yang menderita penyakit imunologi anemia pernisiosa, yakni jenis kekurangan darah juga bisa menyebabkan rambut beruban. Terakhir adalah pemakaian zat kimia, misalnya cat rambut atau pemakaian jenis sampo yang banyak mengandung sulfur yang tinggi.

Pencegahan

Sebaiknya jangan gunakan cat rambut terlalu sering. Apalagi jika kulit kepala Anda tergolong sensitif, sebab kondisi ini bisa memicu dermatitis kontak atau eksim pada kulit kepala. Gunakan sampo yang tidak terlalu alkalis (terlalu berbusa), sehingga malah membuat rambut jadi terlalu kering. Labih bagus lagi jika menggunakan kondisioner rambut secara terpisah.

sumber: http://www.conectique.com/tips_solution/health/tips/article.php?article_id=6100

Ditemukan, Tes Narkoba Via Napas

TEMPO Interaktif, Swedia -  Sebuah studi baru menemukan tes kandungan narkotika dan obat-obatan terlarang melalui napas. Penelitian dari Fakultas Kedokteran Institut Karolinska, Swedia, menunjukkan, mereka bisa mengetahui kandungan amfetamin dari embusan napas orang yang overdosis amfetamin.

Menurut Profesor Olof Beck, yang memimpin penelitian, beberapa tahun terakhir pihaknya telah mencoba mencari alternatif menggunakan air liur. “Sayang, sulit,” kata dia.

Penelitian yang diterbitkan dalam edisi terbaru The Journal of Analytical Toxicology, mereka mengembangkan metode baru dan unik untuk mengumpulkan zat narkotika dari embusan napas. Caranya, subyek diminta bernapas dalam topeng yang dirancang khusus selama 10 menit. Udara dikumpulkan dan melewati filter, untuk menjebak zat narkoba. Filter ini dianalisis menggunakan kromatografi cair yang dikombinasikan dan spektrometri massa. “Teknik yang sangat sensitif dan bisa diandalkan,” kata dia.

Para peneliti mengambil sampel 12 pasien rehabilitasi amfetamin. Mereka juga dites kandungan narkoba dengan sampel darah dan urin. Dari semua sampel , para peneliti mampu memastikan kandungan amfetamin dengan teknik mengambil napasnya. Hasilnya, tak jauh beda dibandingkan dengan tes melalui darah dan urin. Ketika tes dilakukan pada sampel yang tak mengonsumsi narkoba, hasilnya juga sama validnya dengan tes melalui darah dan urin. Beck menyatakan, akan menguji jenis obat lain untuk dites dengan napas.

Biasanya, tes obat dilakukan dengan menggunakan sampel urin dan darah.

Namun untuk mengetes dengan cara ini terlampau rumit. Tes dengan napas biasanya hanya digunakan untuk kandungan alkohol, penyakit kanker, asma, dan diabetes.

Harga Normal Laboratorium Laboratorium Patologi Klinik

PRIAHematologi
Jenis Spesimen : darah
Darah LengkapEritrosit : 4.5 – 5.9 (4.5 – 5.5) (juta/ul)
Haemoglobin (Hb) : 13.5 – 17.5 (13 – 16) (g/dl)
Hematokrit (Ht) : 41.0 – 53.0 (40 – 54) (%)
Trombo sit : 150.000 – 440.000 (150.000 – 400.000) (/ul)
Leukosit : 4.000 – 11.000 (5.000 – 10.000) (/ul)
Laju Endap Darah (LED) : 0 – 10 (mm/jam)Diff count / Hitung Jenis Leukosit
Basofil : 0 – 1 (%)
Eosinofil : 1 – 3 (%)
Batang : 2 – 6 (%)
Segmen : 50 – 70 (%)
Limfosit : 20 – 40 (%)
Monosit : 2 – 8 (%)

Urinalisa
Jenis Spesimen : urine midstream / porsi tengah
Urine Lengkap

Warna : kuning
Kejernihan : jernih
Glukosa : negatif
Bilirubin : negatif
Keton : negatif
Berat jenis : 1.005 – 1.030 (1.003 – 1.030)
Darah samar : negatif
pH : 4.5 – 8.0 (5 – 8 )
Protein : negatif
Urobilinogen : 0.1 – 1.0 (EU/dl)
Nitrit : negatif
Esterase leukosit : negatif

Sedimen
Leukosit : 0 – 5 (0 – 3) (/LPB)
Eritrosit : 0 – 1 (/LPB)
Silinder : negatif (/LPK)
Epitel : +1
Kristal : negatif
Lain-lain : negatif

Kimia Darah
Glukosa N : 80 – 100 (mg/dl)
Glukosa PP : 100 – 120 (mg/dl)
Glukosa S : < 150 (mg/dl)

Kolesterol total : < 200 (mg/dl)
Trigliserida : < 150 (mg/dl)
HDL – Kolesterol : > 55 (mg/dl)
LDL – kolesterol : < 150 (mg/dl)

Ureum : 15 – 40 (mg/dl)
Kreatinin : 0.5 – 1.5 (mg/dl)
Asam urat : 3.4 – 7.0 (mg/dl)

Bilirubin total : 0.2 – 1 (mg %)
Bilirubin direk : 0 – 0.2 (mg %)
Bilirubin indirek : 0.2 – 0.8 (mg %)

SGOT : 5 – 40 (u/l)
SGPT : 5 – 41 (u/l)
Alkali Fosfatase : 45 – 190 (iu/l)
Gamma GT : 6 – 28 (mu/ml)

Protein total : 6.1 – 8.2 (gr %)
Albumin : 3.8 – 5.0 (gr %)
Globulin : 2.3 – 3.2 (gr %)

Imunologi dan Serologi
Widal
Salmonella typhy
Salmonella paratyphy A
Salmonella paratyphy B
Salmonella paratyphy C

VDRL : negatif
HbSAg
Anti Hbs
RF : < 8 (lu/dl)
CRP : < 0.8 (Mg/dl)
ASTO : < 200 (lu/dl)

WANITAHematologi
Jenis Spesimen : darah
Darah LengkapEritrosit : 4 – 5 (juta/ul)
Haemoglobin (Hb) : 12 – 15 (g/dl)
Hematokrit (Ht) : 36 – 47 (%)
Trombo sit : 150.000 – 400.000(/ul)
Leukosit : 5.000 – 10.000(/ul)
Laju Endap Darah (LED) : < 15 (mm/jam)Diff count / Hitung Jenis Leukosit
Basofil : 0 – 1 (%)
Eosinofil : 1 – 3 (%)
Batang : 2 – 6 (%)
Segmen : 50 – 70 (%)
Limfosit : 20 – 40 (%)
Monosit : 2 – 8 (%)

Urinalisa
Jenis Spesimen : urine midstream / porsi tengah
Urine Lengkap

Warna : kuning
Kejernihan : jernih
Glukosa : negatif
Bilirubin : negatif
Keton : negatif
Berat jenis : 1.003 – 1.030
Darah samar : negatif
pH : 5 – 8
Protein : negatif
Urobilinogen : 0.1 – 1.0 (EU/dl)
Nitrit : negatif
Esterase leukosit : negatif

Sedimen
Leukosit : 0 – 3 (/LPB)
Eritrosit : 0 – 1 (/LPB)
Silinder : negatif (/LPK)
Epitel : +1
Kristal : negatif
Lain-lain : negatif

Kimia Darah
Glukosa N : 80 – 100 (mg/dl)
Glukosa PP : 100 – 120 (mg/dl)
Glukosa S : < 150 (mg/dl)

Kolesterol total : < 200 (mg/dl)
Trigliserida : < 150 (mg/dl)
HDL – Kolesterol : > 65 (mg/dl)
LDL – kolesterol : < 150 (mg/dl)

Ureum : 15 – 40 (mg/dl)
Kreatinin : 0.5 – 1.5 (mg/dl)
Asam urat : 2.4 – 5.7 (mg/dl)

Bilirubin total : 0.2 – 1 (mg %)
Bilirubin direk : 0 – 0.2 (mg %)
Bilirubin indirek : 0.2 – 0.8 (mg %)

SGOT : 5 – 40 (u/l)
SGPT : 5 – 41 (u/l)
Alkali Fosfatase : 45 – 190 (iu/l)
Gamma GT : 4 – 18 (mu/ml)

Protein total : 6.1 – 8.2 (gr %)
Albumin : 3.8 – 5.0 (gr %)
Globulin : 2.3 – 3.2 (gr %)

Imunologi dan Serologi
Widal
Salmonella typhy
Salmonella paratyphy A
Salmonella paratyphy B
Salmonella paratyphy C

VDRL : negatif
HbSAg
Anti Hbs
RF : < 8 (lu/dl)
CRP : < 0.8 (Mg/dl)
ASTO : < 200 (lu/dl)

Analisis Jabatan dan Beban Kerja

Hari ini jam 09.00 di Ruang auditorium ada undangan tentang analisis jabatan dan beban kerja. di undangannya sih jam 09.00, tapi biasalah pasti molor. acara baru dimulai sekitar jam 09.30. Dalam acara ini dijelaskan tentang cara pengisian daftar isian analisis jabatan dan beban kerja oleh bapak Hadi dari kepegawaian rektorat. Kata beliau pengisian ini bertujuan untuk remunerasi, tapi kapannya masih menunggu hasil analisis data dari isian tersebut.

Untuk materi dan petuntuk pengisiannya serta daftar isian analisis jabatan dan beban kerja dapat di unduh di:

 http://kepegawaian.ub.ac.id/wrp-con/uploads/2012/02/DAFTAR-ISIAN-ANALISIS-JABATAN.doc

 http://kepegawaian.ub.ac.id/wrp-con/uploads/2012/02/petunjuk-pengisian-beban-kerja.xlsx

 http://kepegawaian.ub.ac.id/wrp-con/uploads/2012/03/ANALISIS-JABATAN-DAN-BEBAN-KERJA.docx

 http://kepegawaian.ub.ac.id/wrp-con/uploads/2012/03/DASAR-ANALISIS-JABATAN-Copy.ppt

atau yang sudah dalam satu dalam tipe file rar : analisis jabatan dan beban kerja

sudahkah teman-teman selesai mengisinya?

salam sukses mulia.

Gagal Membawa Berkah

Banyak orang menganggap bahwa kegagalan adalah musibah yang harus disesali. Kegagalan kadang membuat perjalanan hidup seseorang seolah berhenti, kepercayaan dirinya berkurang saat berjumpa dengan orang lain. Bahkan ada yang merasa menjadi manusia gagal akhirnya bunuh diri. Padahal, banyak orang yang berhasil menjalani hidupnya justru karena ia gagal. Kisah berikut bisa menjadi pelajaran.

Salah satu cara menghasilkan uang banyak di Amerika Serikat adalah dengan menjadi seorang artis penyanyi. Tidak mengherankan bila banyak orang tua yang ingin anaknya menjadi penyanyi hebat.  Tersebutlah seorang anak lelaki yang bercita-cita menjadi penyanyi. Orang tuanyapun sangat mendukung karena memang anaknya memiliki suara yang bagus. Anak lelaki ini berlatih secara tekun. Ia juga menampilkan kebolehannya menyanyi setiap ada kesempatan.

Suatu ketika, datanglah kesempatan berharga untuk tampil di atas pentas.  Anak lelaki ini berlatih dengan tekun dan keras agar bisa tampil prima. Saat waktunya tiba, ternyata anak lelaki ini demam panggung. Suaranya sumbang, ia menjadi serba salah. Tapi dengan sekuat tenaga ia tetap berusaha mengendalikan dirinya. Penonton tertawa terbahak-bahak karena memang responnya yang lucu dan unik.

Anak lelaki ini telah gagal menyanyi. Tetapi semua penonton terhibur dan mendapat kejutan yang tidak mereka bayangkan. Para penonton mendapat tontonan yang segar, lucu, unik dan spontan sehingga mereka sangat puas dan bergembira. Sebaliknya anak lelaki itu merasa gagal dan menangis tiada henti.

Malam harinya, anak lelaki ini melakukan refleksi. Di dalam hati ia berkata, “Pasti ada hikmah dari kejadian ini, rasanya inilah bisikan Tuhan yang diberikan kepada saya.” Akhirnya ia banting setir, keinginannya menjadi penyanyi ia ganti menjadi komedian. Terbukti ia tidak salah, lelaki yang bernama Bob Hope itu sampai hari ini dikenang sebagai komedian legendaris Amerika yang menyajikan hiburan dengan cara yang berbeda.

Saya yakin banyak kegagalan yang pernah kita alami justru menjadi awal dari keberhasilan kita. Ditolak perempuan yang Anda taksir mungkin itu yang menyelamatkan Anda untuk tidak terjerumus pada pergaulan bebas. Melamar kerja ke banyak perusahaan tetapi tidak pernah lulus seleksi mungkin itu awal dari perjalanan hidup Anda untuk menjadi pengusaha hebat. Gagal bermitra bisnis dengan orang ternama mungkin itu yang menyelamatkan Anda agar tidak terkena jeratan masalah hukum dan pidana.

Jadi, nikmati kegagalan. Pasti ada hikmah terkandung di dalamnya. Guru kehidupan saya pernah berkata, “Setiap kita punya jatah kegagalan, habiskanlah selagi kita masih muda dan bertenaga. Boleh jadi kegagalan yang kita takutkan itu merupakan kunci menuju keberhasilan kita.”

Salam SuksesMulia!

sumber : http://www.jamilazzaini.com/gagal-membawa-berkah/

Isolasi DNA Dari Bercak Darah Kering (Dry Blood Spots) QIAamp(R) DNA Micro Kit

Prosedur isolasi DNA dari bercak darah kering adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan 3 potong bercak darah kering dengan diameter 3 mm dan masukkan pada tube Mikrosentrifuse
  2. Ditambahkan 180 μL Buffer ATL
  3. Ditambahkan 20 μLproteinase K dan di vortek untuk menghomogenkan (tidak boleh lebih 5 detik)
  4. Diinkubasi pada suhu 56oC dengan dishaker 900 rpm selama 1 jam (Seandainya tidak ada alatnya, bisa menggunakan heater 56oC dan divortex selama 10 detik setiap 10 menitnya)
  5. Disentrifuse sebentar supaya turun kebawah kira-kira 2500 rpm selama 10 detik
  6. Ditambah 200 μL buffer AL dan di vortek untuk selama 10 detik.
  7. Diinkubasi pada suhu 70oC dengan dishaker 900 rpm selama 10 menit (Seandainya tidak ada alatnya, bisa menggunakan heater 70oC dan divortex selama 10 detik setiap 3 menitnya)
  8. Disentrifuse sebentar supaya turun kebawah kira-kira 2500 rpm selama 10 detik
  9. Dipindahkan dengan hati-hati “lysate” (cairan yang mengandung darah dari bercak darah kering yang terlisiskan) kedalam kolom QIAamp MinElute (QM) tanpa membasahi bibir. Dan disentrifuse 8000 rpm selama 1 menit pada RT. Dipindahkan kolom QM pada collection tube yang bersih lainnya.
  10. Ditambahkan 500 μL Buffer AW1 tanpa membasahi bibir. Dan disentrifuse 8000 rpm selama 1 menit pada RT. Dipindahkan kolom QM pada collection tube yang bersih lainnya.
  11. Ditambahkan 500 μL Buffer AW2 tanpa membasahi bibir. Dan disentrifuse 8000 rpm selama 1 menit pada RT. Dipindahkan kolom QM pada collection tube yang bersih lainnya.
  12. Disentrifuse pada kecepatan max (14000 rpm) selama 3 menit pada RT untuk mengeringkan membrane dengan sempurna
  13. Dipindahkan kolom QM pada microcentrifuge tube (ependof) 1,5mL yang bersih. Ditambahkan 100 μL buffer AE.
  14. Diinkubasi pada RT selama 1 menit. Disentrifuse kecepatan max (14000 rpm) selama 1 menit.

Pembuatan larutan buffer:

  1.  Buffer AW1 = 1,9 mL Buffer AW1 + 2,5 mL ethanol abs. pa.
  2. Buffer AW2 = 1,3 Buffer AW2 + 3 mL ethanol abs. pa.

Kapal Titanic Tenggelam karena Bulan?

REPUBLIKA.CO.ID, SAN ANTONIO — Satu abad setelah petaka kapal Titanic, para ilmuwan menemukan penyebab tak terduga atas tenggelamnya kapal tersebut, bulan.Ya, banyak orang percaya kapal super mewah itu tenggelam karena menabrak gunung es pada 100 tahun lalu. Apalagi, setelah insiden itu di angkat ke layar lebar.Namun, sejak Titanic tenggelam dan menewaskan 1.517 orang pada 15 April 1912, para peneliti bingung mengapa Kapten Edward Smith mengabaikan peringatan tentang adanya gunung es di area pelayaran. Padahal, Smith adalah kapten paling berpengalaman di ‘White Star Line’ dan beberapa kali telah melayari jalur laut Atlantik Utara.Smith ditunjuk menjadi kapten dalam pelayaran perdana Titanic karena track record-nya sebagai pelaut dengan pengetahuan luas dan waspada.Donald Olson, fisikawan dari Texas State University yang menjadi bagian tim astronomi forensik yang meneliti peran bulan, punya penjelasan baru tentang keberadaan gunung es di jalur pelayaran Titanic.

“Koneksi lunar ternyata bisa menjelaskan bagaimana gunung es yang luar biasa banyak ada di jalur yang dilalui Titanic,” kata Olson kepada kantor berita Reuters.

Dijelaskannya, tipe gunung es Greenland yang ditabrak Titanic umumnya terjebak di perairan dangkal Labrador dan Newfoundland, dan tidak bisa melanjutkan bergerak ke selatan sampai mereka cukup meleleh untuk mengapung kembali atau air pasang membebaskan mereka.

Jadi bagaimana sebegitu banyak gunung es bisa mengapung sangat jauh sampai ke selatan di jalur pelayaran di selatan Foundland malam itu?

Tim Olson menyelidiki spekulasi ahli kelautan mendiang Fergus Wood bahwa pergerakan bulan mendekati bumi yang tidak biasa pada Januari 1912 mungkin menghasilkan air pasang tinggi sehingga gunung-gunung es bergerak lebih jauh dari biasanya sampai terpisah dari Greenland dan mengapung sampai ke jalur pelayaran.

Olson mengatakan sebuah peristiwa ‘sekali seumur hidup’ terjadi pada 4 Januari 1912, ketika bulan dan matahari berbaris sedemikian rupa sehingga gravitasi mereka saling menarik.Pada saat yang sama, pergerakan bulan mendekati bumi pada saat itu mencapai posisi terdekat selama 1.400 tahun dan berada di posisi itu dalam enam menit bulan purnama.Di atas semua itu, gerakan bumi mencapai titik terdekat dengan matahari dalam satu tahun hanya terjadi hari sebelumnya. “Konfigurasi ini memaksimalkan tenaga pasang bulan di samudera bumi. Itu luar biasa,” jelas Olson.Penelitian Olson menunjukkan, untuk mencapai jalur pelayaran pada pertengahan April, gunung-gunung es yang tertabrak Titanic pasti merupakan patahan dari Greenland pada Januari 1912.Air pasang tinggi akibat kombinasi aneh kejadian astronomi, masih kata Olson, sudah cukup bisa menghalau gunung-gunung es dan memberi mereka cukup kemampuan untuk mengapung sampai ke jalur pelayaran pada April.

Sebelumnya tim Olson sudah mencoba menggunakan pola air pasang untuk menentukan kapan tepatnya Julius Caesar menduduki Inggris dan membuktikan legenda bahwa Mary Shelley terinspirasi sinar terang bulan purnama melalui jendelanya saat menulis cerita gotik klasik ‘Frankenstein’.

Tim peneliti Titanic mungkin bisa membenarkan Kapten Smith dengan menunjukkan, dia punya alasan untuk bereaksi sambil lalu pada laporan keberadaan es di jalur pelayaran kapal. “Pada saat itu Smith tidak punya alasan untuk percaya gunung es di depannya sebanyak dan sebesar itu,” kata Olson.