Bahan Kimia Beracun Sebabkan Pandemik Gangguan Otak pada Anak

Para ahli menyerukan strategi yang bertarget untuk membatasi penggunaan bahan kimia industri yang beracun, yang menurut mereka menyebabkan “pandemik diam-diam” dari gangguan otak pada anak-anak di seluruh dunia.

Para ahli mendesak dilakukannya aksi karena semakin banyak bahan kimia yang disebut neurotoksin itu dapat diidentifikasi namun sebagian besar tidak diregulasi.

Kenaikan jumlah gangguan otak anak, termasuk ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), disleksia, cerebral palsy dan autisme, kemungkinan merupakan akibat dari peningkatan penggunaan bahan kimia beracun yang tidak diregulasi di seluruh dunia.

Pada tujuh tahun terakhir, para peneliti telah mengidentifikasi enam bahan kimia baru yang terbukti dapat merusak otak janin manusia yang sedang berkembang dan anak-anak. Penemuan tersebut menjadikan ada 12 neurotoksin yang sudah dikonfirmasi. Para ahli memperkirakan satu dari enam anak di dunia menderita gangguan perkembangan syaraf.

Dokter anak Philip Landrigan, ketua dari Departemen Pengobatan Preventif di Fakultas Kedokteran Mount Sinai di New York, mengatakan paparan terhadap bahan kimia neurotoksin adalah masalah serius yang sudah mencapai tingkat pandemik.

“Cedera otak manusia secara dini mengarah pada masalah-masalah seperti kehilangan IQ, berkurangnya kemampuan fokus, dan masalah perilaku. Dan efek-efek ini cenderung permanen,” ujarnya.

Berbekal literatur ilmiah dan ratusan penelitian, Landrigan, bersama dengan Phillipe Grandjean dari University of Southern Denmark, menemukan jumlah bahan-bahan kimia yang diduga menyebabkan masalah-masalah perkembangan syaraf pada anak-anak juga telah meningkat, dari 202 menjadi 214. Mereka mengatakan ada sekitar 80.000 bahan kimia industri digunakan secara luas yang tidak pernah diuji keselamatannya.

Bahan-bahan beracun itu termasuk bahan anti api yang digunakan untuk kasur, tirai, karpet, pakaian dan mainan, serta pencair pada larutan pembersih.

Para peneliti mendesak negara-negara untuk mengesahkan aturan keras yang mewajibkan para perusahaan untuk menguji bahan-bahan kimia sebelum dipasarkan, seperti yang dipersyaratkan untuk semua obat.

Landrigan mengatakan Uni Eropa memiliki aturan yang ketat untuk mengontrol bahan kimia, dan banyak produk, seperti kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya yang dilarang di Eropa, dilempar ke negara-negara yang aturannya longgar.

Philip Landrigan dan Phillipe Grandjean menerbitkan laporan mereka tentang neurotoksin dalam jurnal The Lancet Neurology.

sumber : voaindonesia

Amankah Potong Bagian Makanan Berjamur?

Tumbuhnya jamur pada makanan yang disimpan dalam waktu yang relatif lama seringkali tak dapat dihindari. Meskipun diketahui jamur dapat merusak makanan dan membahayakan tubuh, namun bagaimana jika jamur hanya tumbuh di sedikit bagian makanan? Amankah untuk memotong bagian makanan yang berjamur dan tetap memakannya?

Menurut Tom Ross, profesor mikrobiologi makanan dari Food Safety Centre, School of Agricultural Science, University of Tasmania, memotong bagian yang berjamur dari makanan tetap saja tidak menjadikan makanan aman untuk dimakan.

Pasalnya, sejumlah jamur memproduksi dan mengeluarkan racun yang disebut mikotoksin ke dalam makanan yang berpotensi menyebabkan penyakit.

“Maka, memotong bagian yang berjamur saja tidak membuat makanan lebih aman,” tegas Ross.

Sebagian makanan berjamur perlu dibuang seutuhnya, meskipun ada pula yang tidak membahayakan kesehatan. Ini berlaku khususnya untuk bagi keju cheddar.

Jamur ada juga yang berupa ragi untuk membuat roti, mengkonversi gula menjadi alkohol. Ini artinya jamur termasuk heterotrof yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, tidak seperti tumbuhan. Sebaliknya, jamur mendegradasi molekul organik kompleks di lingkungannya untuk menjadi molekul yang lebih kecil sehingga dapat diserap dan menghasilkan energi baginya.

Jamur dapat hidup pada makanan dan membusukkannya. Jenis-jenis yang umumnya tumbuh pada makanan antara lain Penicillium, Aspergillus, dan pada buah, Botrytis.

Biasanya, gejala dari keracunan dari makanan yang berjamur tidak langsung terjadi sesaat setelah mengonsumsinya. Paparan yang terus menerus meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit seperti kerusakan ginjal, hati, dan sistem imun, sehingga meningkatkan risiko kanker dan penyakit saraf.

Tidak semua jamur pada makanan dapat memproduksi mikotoksin atau memproduksi racun tersebut dalam jumlah yang membahayakan. Namun tanpa analisis melalui mikroskop dan laboratorium, sulit untuk membedakan jamur yang berbahaya atau yang tidak.

Karena risiko tersebut, maka Ross menyarankan untuk tidak mengambil risiko dengan memakan makanan yang sudah berjamur.

sumber : kompas

Tahu Gak Sih, Berapa Umur Nabi Adam ?

PERTANYAAN :

Ivan Algivari

Sekian tahun Nabi adam memohon ampun kepada Robnya, sekian tahun mencari ibu hawa… Pertanyaanya… berapakah umur nabi adam…? ada yang tahu yo?

JAWABAN :

Masaji Antoro

Menurut keterangan yang terdapat pada Kitab Tafsir At-Thobry umur adam adalah SERIBU TAHUN dikurangi EMPAT PULUH TAHUN = 960 TAHUN

حدثنا ابن حميد قال: حدثنا يعقوب، عن جعفر، عن سعيد، في قوله:(وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذرياتهم) قال: أخرج ذريته من ظهره كهيئة الذرِّ، فعرضهم على آدم بأسمائهم وأسماء آبائهم وآجالهم! قال: فعرض عليه روح داود في نورٍ ساطع، فقال: من هذا؟ قال: هذا من ذرّيتك، نبيٌّ خليفة. قال: كم عمره؟ قال: ستون سنة قال: زيدوه من عمري أربعين سنة. قال: والأقلام رطبة تجري. فأثبت لداود الأربعون، وكان عمر آدم عليه السلام ألف سنة; فلما استكملها إلا الأربعين سنة، بُعث إليه ملك الموت، فقال: يا آدم أمرت أن أقبضك قال: ألم يبق من عمري أربعون سنة؟ قال: فرجع ملك الموت إلى ربه، فقال: إن آدم يدَّعي من عمره أربعين سنة! قال: أخبر آدم أنه جعلها لابنه داودَ والأقلام رطبة فأُثبتت لداود.

Bercerita padaku Ibnu hamid dia berkata : Bercerita padaku Ya’qub dari Ja’far dari Sa’id dalam Firman Allah “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (7:172)”. Keluarkan keturunannya dari sulbinya seperti barang kecil yang bertaburan. Kemudian mereka diperlihatkan pada Adam dengan nama-namanya, ayah-ayahnya serta masa kematiannya, kemudian juga diperlihatkan pada Adam As ruh Daud As dari cahaya yang cemerlang, Adam bertanya, Siapa dia ?. “Dia juga dari keturunanmu, kelak menjadi Nabi dan pengganti (mu)” Adam bertanya, berapa umurnya ?. “Enam puluh tahun”

Adam berkata, (Aku mohon) tambahkan dari umurku empat puluh tahun untuknya, Qolampun berjalan (mencatat) hingga di tambahkan untuk umur Daud As empat puluh tahun.  Adalah umur Adam As. seribu tahun, maka saat Adam telah menyempurnakan usianya kecuali empat puluh tahun (yang ditambahkan untuk Nabi Daud As.), Allah mengutus malaikat maut seraya berkata : ”Wahai Adam, aku diperintahkan untuk mengambil nyawamu”. “Bukankah umurku masih tersisa empat puluh tahun ?” Tanya Adam. Kemudian malaikat maut menanyakan perihal ini.  Allah berkata “Sesungguhnya Adam telah mengangkat empat puluh tahun dari umurnya yang telah dia berikan pada anaknya dan Qolam telah mencatatnya diberikan pada Daud As.” [ Tafsir At-Thobry XIII/239 ].

Neil Elmuna

KETERANGAN DALAM KITAB INI BAHWA NABI ADAM TETAP DIBERI UMUR 1000 TAHUN TANPA DIKURANGI LALU DIBERIKAN KE NABI DAUD DAN BEGITUPUN NABI DAUD TETAP DIBERIKAN USIA 100 TAHUN TANPA DITAMBAHI DARI JATAH USIA NABI ADAM.. NAMUN HIKMAH DARI SIFAT LUPA NABI ADAM PERIHAL PERSETUJUAN DIBERIKAN USIANYA 40 TAHUN UTK NABI DAUD INI MENGAKIBATKAN ANAK KETURUNANNYA JUGA AKAN MENGALAMI SIFAT YANG SAMA CENDERUNG LUPA DENGAN JANJI YG SUDAH DIUTARAKAN.. KARENA ITULAH MULAI SAAT ITULAH U ALLAH MEWAJIBKAN HARUS ADA PENCATATAN DAN PENGHADIRAN SAKSI-SAKSI DALAM PERAJANJIAN2 PENTING.. WALLOHU A’LAM. [ 'AROO-ISUL MAJAALIS HAL 59 ].

sumber : Dokumen piss-ktb

Tau Gak Sih, Mengapa Membaca Shodaqolloohul ‘adziim setelah Membaca Al-Qur’an

PERTANYAAN :

Agus Prayitno

Assalamu’alaykum. maw tanya, benarkah membaca shodaqolloohul ‘adziim setelah membaca al-qur’an tak ada tuntunan syariatnya ?

JAWABAN :

Masaji Antoro

Waalaikumsalam Wr Wb. Memang tidak terdapat dalil Nash berupa ayat Al-Quran atau Al-Hadits tentang adanya bacaan shodaqa Allaah al-‘Azhiim saat usai membaca alQuran karenanya segolongan faham “tertentu” menyatakan hal ini termasuk BID’AH (bid’ah maneh…^^/Lihat Al-Muntaqaa min Fataawy al-Fauzaan XXXIV/37), Namun bila menilik arti dari shodaqa Allaah al-‘Azhiim “Maha benar Allah Yang Maha Agung dengan segala firmannya” yang di dalamnya mengandung makna mensucikan Allah dari segala kekurangan dan ketidaksempurnaan, apakah hal ini dilarang ? Bukankah doa dan sanjungan kepada Allah bisa dilakukan kapan saja dan dengan kalimat apa saja ?

Karenanya para Ulama Qurroo’ (ahli quran) menganjurkan membaca shodaqa Allaah al-‘Azhiim saat rampung membaca AlQuran dan termasuk sebagian cara beretika baik terhadap Al-Quran.

Berdasarkan beberapa keterangan kitab berikut :

ويستحب للقارىء إذا انتهت قراءته أن يصدق ربه ويشهد بالبلاغ لرسوله صلى الله عليه وسلم ويشهد على ذلك أنه حق فيقول: صدق الله العظيم، وبلغ رسوله الكريم، ونحن على ذلك من الشاهدين.

“Disunahkan bagi seseorang saat rampung membaca AlQuran untuk bertashdiq pada Tuhannya (membaca shodaqa Allaah al-‘Azhiim) dan bersaksi akan sampainya da’wah Nabi Muhammad shallaahu alai wa sallam (membaca wa balagho rosuuluhul kariim) serta bersaksi bahwa semuanya adalah perkara hak, maka ucapkan : shodaqa Allaah al-‘Azhiim wa balagho rosuuluhul kariimwa nahnu ‘alaa dzaalika minas syaahidiin”. [ Fath al-Kariim al-Mannaan I/4 ].

ومن حرمته أن يؤدي لكل حرف حقه من الأداء حتى يبرز الكلام باللفظ تماما فإن له بكل حرف عشر حسنات ومن حرمته …إذا انتهت قراءته أن يصدق ربه ويشهد بالبلاغ لرسوله صلى الله عليه وسلم ويشهد على ذلك أنه حق فيقول : صدقت ربنا وبلغت رسلك ونحن على ذلك من الشاهدين اللهم اجعلنا من شهداء الحق القائمين بالقسط ثم يدعو بدعوات

الكتاب : الجامع لأحكام القرآن

المؤلف : أبو عبد الله محمد بن أحمد بن أبي بكر بن فرح الأنصاري الخزرجي شمس الدين القرطبي (المتوفى : 671 هـ)

“Sebagian cara memulyakan alQuran adalah :

~ Membaca huruf sesuai haknya hingga dapat diuacapkan dengan sempurna karena setiap huruf mengandung sepuluh kebaikan.

~ Saat rampung/selesai membacanya hendaknya bertashdiq pada Allah, bersaksi sampainya da’wah dan menyatakan kesemuanya (yang telah di baca) adalah benar adanya maka ucapkan : SHODAQTA ROBBANAA, WA BALAGHOT RUSULUKA WA NAHNU ‘ALAA DZALIKA MINAS SYAAHIDIIN ALLAAHUMMA IJ’ALNAA MIN SYUHADAA-IL HAQQIL QOO-IMIINA BIL QISTHI (dengan menjadikan waqii’ MUKHOOTOBAH pada SHODAQTA ROBBANAA, WA BALAGHOT RUSULUKA WA). “Maha benar Engkau Tuhan kami, telah sampai seruan utusanMU, dan kami atas semua menjadi saksi, Ya Allah jadikan kami penyaksi-penyaksi kebenaran yang selalu menjalani keadilan”, kemudian lanjutkan dengan rangkaian doa-doa”. [ Muqoddimah Tafsir li AlQurthuuby “ALJAAMII’ LI AHKAAM ALQUR’AAN” dari IMAM TIRMIDZI ALHAAKIM ABU ABDILLAH dalam kitab “NAWAADIIR AL-USHUUL” Vol. 1 hal. 27 ].

ورأينا بعض الشيوخ يبتدئون الدعاء عقيب الختم بقولهم: صدق الله العظيم وبلغ رسوله الكريم، وهذا تنزيل من رب العالمين ربنا آمنا بما أنزلت واتبعنا الرسول فاكتبنا مع الشاهدين. وبعضهم يقول: لا إله إلا الله وحده لا شريك له – إلى آخره – أو بما في نحو ذلك من التنزيه وبعضهم (بالحمد لله رب العالمين) لقوله صلى الله عليه وسلم “كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه بالحمد لله فهو أجزم” ورواه أبو داود وابن حبان في صحيحة (ولا حرج) في ذلك فكل ما كان في معنى التنزيه فهو ثناء

“Aku melihat sebagan para Syekh mengawali doa setelah khatam Quran dengan bacaan shodaqa Allaah al-‘Azhiimwa balagho rosuuluhul kariimwa hadzaa tanziilun min robbil ‘aalamiin robbanaa amannaa bimaa anzalta wa taba’naa arrosuula faktubnaa ma’as syaahidiin, sebagian lagi dengan bacaan Laa ilaaha illa allaahu wahdahuu laa syariikalah dst atau dengan bacaan semacamnya yang mengandung mensucikan Allah, sebagian ulama dengan bacaan alhamdulillahi robbil ‘aalamiin berdasarkan hadits Nabi : Setiap perbuatan baik yang tidak di awali dengan hamdalah kurang berkah (HR Abu Daud dan Ibnu Hibbaan) dan kesemua bacaan-bacan diatas tidaklah salah karena setiap yang bermakana mensucikan Allah berarti pujian”. [ An-Nasyr fii Qiroo-aat al-‘Asyr II/508 ].

Imam Abu Hasan Basyri juga membacanya :

ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا (3) وَهَلْ نُجَازِي إِلا الْكَفُورَ } أي: عاقبناهم بكفرهم.

قال مجاهد: ولا يعاقب إلا الكفور.

وقال الحسن البصري: صدق الله العظيم. لا يعاقب بمثل فعله إلا الكفور.

Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.(QS. 34:17). Artinya Kami membalas mereka sebab kekafiran mereka. Imam Mujahid berkata : Dan tidak dibalas kecuali kekufurannya. Imam Hasan Basri berkata : Shodaqollah al-‘Azhiim….!!! Tidak dibalas sepadan perbuatannya kecuali kekufuran. [Tafsir Ibnu Katsir VI/508 ].

وفى اسئلة عبد الله بن سلام اخبرنى يا محمد ما ابتدآء القرءآن وما ختمه قال ابتدآؤه بسم الله الرحمن الرحيم وختمه صدق الله العظيم قال صدقت وفى خريدة العجائب يعنى ينبغى ان يقول القارئ ذلك عند الختم والا فختم القرءآن سورة الناس وفى الابتدآء بالباء والاختتام بالسين اشارة الى لفظ بس .

“Dalam as-ilah (pertanyaan-pertanyaan) Abdullah Bin Salam disebutkan : Ya Muhamad, beritahu kami apa permulaan dan akhir bacaan Quran ?  Dijawab : Permulaannya BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM akhirannya shodaqa Allaah al-‘Azhiim. Penanya berkata : Anda benar.. Dalam kitab Khoriidah ‘al’ajaaib sebaiknya bacaan shodaqa Allaah al-‘Azhiim dibaca saat khatam membaca Quran bila tidak maka bacalah surat an-Naas sehingga alquran diawali dengan huruf BA’ (yang terdapat pada awal BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM) dan diakhiri dengan huruf SIN (yang terdapat pada akhir surat an-Naas menunjuk pada lafadz BIS”.  [ Tafsir Haqqy XVII/484, Tafsir Ruh alBayaan X/424 ].

Ini Link origynal yang membid’ahkan shodaqallaahul ‘azhiim dan dibantah dengan Muqoddimah Tafsir Li al-Qurthuuby di atas…

http://www.naabd.com/vb/showthread.php?t=1341

Wallahu A’lam Bis Showaab…..

Sumber : Dokumen piss-ktb

Ketika Gunung Mulai Ikut Berdakwah

gunung-kelud-meletus-hujan-pasir-terasa-hingga-malang-blitar

oleh : Almaghfurlah Sulthonul Qulub Al-habib Mundzir Bin Fuad Al Musawa

Ketika Alam Mulai Ikut Berdakwah,

Ketika kumerenung dalam tafakkur, kutanyakan pada alam, wahai gunung, apa yg kalian inginkan terus mengganggu umat Sayyiduna Muhammad صلى الله عليه وسلم ? Kalian akan terkena sidang kelak, bukankah kalian ini makhluk اللّهُ Ta’ala, dan اللّهُ Ta’ala mencintai Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم ,

lalu kenapa kalian mengambil posisi turut memerangi umat Muhammad صلى الله عليه وسلم pula?

Mereka menjawab : ” Kami adalah pendukung dakwah Sayyidina Rosulillah صلى الله عليه وسلم .., ketika umat beliau ghaflah (lupa), ketika masjid-masjid sepi, ketika musholla mulai runtuh tak disentuh, ketika Al-Qur’an mulai tak terngiang.

Kami takut dijadikan saksi di hari kiamat kelak, kami menyaksikan para da’i lemah mengunjungi wilayah-wilayah kami, maka kami berdakwah, kami terjun sebagai da’i, dengan cara kami tentunya,

Bukankah dengan perbuatan kami justru musholla dan masjid makmur?

Bukankah dengan perbuatan kami muslimin menjadi banyak berdoa dan berdzikir?

Bukankah dengan perbuatan kami orang kaya yang kikir menjadi berinfak?

Bukankah dengan perbuatan kami dosa-dosa umat banyak terhapus?

Bukankah dengan perbuatan kami banyak umat pendosa ini mati syahid?

Salahkah usaha kami?

kenapa kami dilarang membantu padahal para da’i tak mampu berbuat seperti yang kami perbuat?

Lalu apakah para sholihin akan menghentikan usaha kami membantu sayyidina Rosulillahh صلى الله عليه وسلم agar umatnya kembali dan sadar dari ghaflah?

Jika kami dijadikan saksi kelak atas dosa umat ini tentu para da’i dan sholihin yang akan tertuduh..

maka kami membantu mereka..Kenapa kami disalahkan?

Jika kami berhenti mampukah para sholihin dan da’i menggatikan perbuatan kami dan mengunjungi wilayah kami?

Kami hanya membantu meringankan beban para sholihin dan para da’i. Wahai اللّهُ , gunung-gunung-Mu sudah turut berbakti pada dakwah ini, tapi setidaknya batasilah cara bakti mereka agar tak terlalu menyakiti umat ini… amiin

Terimakasih wahai gunung-gunung, kalian turut berperan serta menyadarkan umat ini dan meringankan beban para sholihin dan da’i. Semoga اللّهُ Ta’ala segera melimpahkan hujan taubat dan rohmat pada umat ini tanpa perlu reaksi para gunung-gunung ini, amiin…

Sumber : sarkub.com

Google Sedang Menciptakan Kontak Lensa “Pintar” untuk Memonitor Gula Darah

Penderita diabetes setiap hari kesulitan untuk memonitor dan mengontrol tingkat gula darah, yang jika dibiarkan, bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang terhadap mata, ginjal dan jantung.

Kebanyakan dari mereka menguji tingkat gula darah dengan mengambil setetes darah, tapi para ilmuwan berupaya mencari cara yang lebih mudah untuk melakukannya dengan bereksperimen dengan cairan tubuh lainnya, seperti air mata.

Perusahaan internet raksasa Google mengatakan kini tengah menguji kemungkinan untuk menciptakan lensa kontak ‘pintar’ yang bisa memperingatkan pasien secara visual saat tingkat gula darahnya turun.

Dalam blognya, perusahaan itu menulis bahwa chip kecil dan sensor, dan antenna yang lebih kecil dari sehelai rambut manusia, bisa ditanamkan kepada lensa kontak. Perangkat yang ditempelkan ke mata itu bisa memonitor tingkat gula darah sesering sekali setiap detik.

Google mengatakan para ilmuwannya telah menyelesaikan berbagai studi klinis dan kini sedang menguji prototipe dengan lampu LED kecil yang menyala jika tingkat gula darah turun. Para peneliti juga mengembangkan gagasan aplikasi baru yang bisa membuat informasi itu tersedia secara online bagi pasien dan dokter mereka.

Google mengatakan teknologi itu masih sedang diuji tetapi meyakini suatu hari, perangkat itu bisa membantu menangani diabetes secara lebih baik dan lebih mudah.

Sumber: Voaindonesia.com

Delapan Minuman yang Dapat Membantu Meredakan Stres

Di saat panik dan stres menyerang, Anda butuh sesuatu yang menenangkan. Faktanya, ada beberapa minuman yang mungkin dapat membantu untuk meredakan stres. Inilah delapan di antaranya.

1. Teh hijau.
Minuman bertenaga ini mengandung senyawa yang dapat membuat otak rileks yang disebut tanin. Pemilik Fitness & Nutrition Studios di Virginia Beach, Virginia, Jim White, mengatakan, senyawa tersebut bekerja dengan menurunkan kadar kecemasan dalam tubuh.

2. Valerian.
Herbal medis ini seringkali ditemukan pada ramuan teh. Valerian yang memiliki nama ilmiah Valeriana officinalis terbukti dapat mengurangi gejala ketegangan, kecemasan, dan insomnia.

3. Jus ceri.
Minuman ini mungkin tidak akan membuat tubuh Anda rileks saat itu juga. Namun penelitian menunjukkan sekitar 30 ml jus ceri yang diminum dua kali sehari dapat memperbaiki durasi dan kualitas tidur. Cukup tidur membantu Anda untuk lebih tenang dan mampu mengatasi stres sepanjang hari.

4. Teh hitam.
Menurut sebuah studi tahun 2007, minum teh hitam selama enam minggu dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh.

5. Susu.
Susu mengandung triptofan, asam amino yang diubah menjadi neurotransmitter serotonin. Peningkatan kadar serotonin dapat memperbaiki mood dan menjadikan Anda tenang. Ditambah lagi, kalsium dan magnesium yang juga dikandungnya dapat membantu menurunkan tekanan darah.

6. Teh chamomile.
Satu lagi teh yang bermanfaat untuk menjadikan tubuh rileks, teh chamomile. Teh ini mengandung glisin, asam amino yang dapat menghilangkan ketegangan sel-sel saraf.

7. Air.
Air membantu tubuh mengeluarkan senyawa kimia endorfin. “Senyawa kimia ini memperbaiki mood yang dapat meringankan stres dan kecemasan.

8. Jus sayuran segar.
Sayur-sayuran segar seperti seledri, kale, dan bayam akan memberikan kalsium dan magnesium untuk mengurangi tekanan darah, serta sejumlah besar vitamin C. Faktanya, satu mangkuk kale mengandung lebih dari 100 persen kebutuhan vitamin C harian sehingga membantu tubuh merespon stres.

Sumber : Kompas.com