ToT Reviewer: Jejaring Reviewer dan Sistem Review Nasional

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word

ToT ReviewerDirektorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia (UI) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Reviewer. Kegiatan ini dalam rangka Pembentukan Jejaring Reviewer dan Sistem Review Nasional.

Kasubdit Riset dan Inkubator Industri DRPM UI Dr.rer.nat. Yasman mengatakan, kegiatan ini untuk menyamakan persepsi reviewer di Indonesia agar terjalin keserasian dalam sistem review nasional.

Kegiatan ini diisi dengan materi “Tugas, Peran dan Eligibilitas Reviewer Penelitian di Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS., dan materi Etika dan Kode Etik Reviewer Penelitian di Indonesia oleh Prof. Dr. Sutrisno T, S.E, M.Si, Ak.

Tugas reviewer menurut Prof. Keppi yaitu menelaah isi substansi ilmiah proposal penelitian sesuai dengan skim yang diajukan dan format skim penelitian serta persyaratan yang telah ditentukan berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Sedangkan peran reviewer adalah membina integritas para peneliti untuk meningkatkan kompetensi meneliti dan mampu bersaing memenangkan Hibah penelitian secara kompetitif.

“Kriteria reviewer internal perguruan tinggi diantaranya mempunyai tanggung jawab, berintegritas, memenuhi kode etik reviewer, sanggup melaksanakan tugas-tugas sebagai reviewer penelitian, berpendidikan doktor, mempunyai jabatan fungsional serendah-rendahnya lektor, serta berpengalaman dalam bidang penelitian,” papar Prof. Keppi.

Ia mengatakan, penelitian unggulan perguruan tinggi bertujuan untuk mensinergikan penelitian di PT dengan kebijakan dan program pembangunan lokal/nasional/internasional melalui pemanfaatan kepakaran PT, sarana dan prasarana dan atau sumber daya setempat. “Diharapkan luaran penelitian unggulan PT harus terukur dalam kurun waktu tertentu, misalnya produk teknologi langsung dapat dimanfaatkan oleh stake holder,” katanya.

Sementara itu Prof. Sutrisno menjelaskan, ilmuwan Indonesia dituntut untuk memelihara integritas dan berkiprah sesuai kompetensinya, bersikap objektif, tidak berpihak, menghormati sesama ilmuwan, dan menjauhi plagiasi dan penyimpangan ilmiah yang lain.

Ia menekankan bahwa plagiarisme merupakan perbuatan amoral karena mengambil sesuatu yang bukan haknya. “Saat ini sudah ada sanksinya dan cukup berat, untuk itu peneliti harus berhati-hati,” tegasnya.

Ia menjelaskan, seorang reviewer perlu memiliki pikiran terbuka terhadap perkembangan dan informasi baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat umum, sehingga perlu berpikir dua kali sebelum meloloskan atau menolak proposal.

Kewajiban reviewer diantaranya memiliki komitmen dan kemauan keras untuk mengupayakan peningkatan mutu proses, produk, status pengembangan, penguasaan, pemanfaatan pengetahuan, ilmu, teknologi, dan seni, dapat menyadiakan waktu khusus untuk kegiatan review. “Reviewer yang melanggar kewajiban akan dicabut haknya sebagai reviewer,” pungkas Prof. Sutrisno. [irene]

sumber : http://prasetya.ub.ac.id/berita/ToT-Reviewer-Jejaring-Reviewer-dan-Sistem-Review-Nasional-14137-id.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>