Tahu Gak Sih, Cara Berbakti pada Orang Tua?

Berbakti kepada kedua orang tua tidak hanya sebatas ketika mereka masih hidup saja, tetapi berlanjut sampai keduanya meninggal. Diriwayatkan dari Abu Usaid Malik ibnu Rabi’ah as-Sa’idi, ia berkata, “Ketika kita duduk bersama di samping Rasulullah SAW. tiba-tiba datang seorang laki-laki dari bani Salamah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, masih adakah amalan yang harus saya lakukan untuk berbakti kepada bapak dan ibu setelah mereka meninggal?’ Kemudian beliau menjawab, ‘Ya, yaitu mengerjakan shalat untuk kedua orang tua (maksudnya mendoakan kedua orang tua atau menshalati jenazahnya), memohon ampunan atas segala dosanya, melaksanakan janji mereka setelah mereka meninggal, meneruskan tali silaturahmi yang pernah dilakukan orang tua ketika masih hidup, dan memuliakan kawan-kawannya.” (HR Abu Dawud dalam Sunan-nya dan Ahmad dalam Musnad: 3/498)

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكً قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ أِنَّ اْلعَبْدَ لَيَمُوتُ وَالِدَاهُ أَوْأَحَدُهُمَاوَأِنَّهُ لَهُـمَالَعَاقٍ فَـلَايَــزَالُ يَدْعُو لَهُـمَاوَيَـسْـتَــغْـفِـرُ لَهُـمَاحَــتَّى يَكْــتُــبَهُ اللهُ بَارًّا

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang hamba berbuat durhaka kepada orang tuanya sampai kedua orang tuanya atau salah satunya meninggal dunia. Lalu dia terus berdoa memintakan ampunan untuk kedua orang tuanya, sehingga akhirnya Allah SWT mencatatnya sebagai anak yang berbakti.” (HR Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

وَعَـنْ مَالِكٍ بْنِ زَرَارَةَ رَضِــيَ اللهُ عَـنْـهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, اِسْتِغْفَارُالْوَلَدِلِأَبِيْهِ مِنْ بَعْدِ اْلَوْتِ مِنَ الْبِّرِ

Diriwayatkan dari Malik bin Zararah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Meminta ampunan yang dilakukan oleh seorang anak untuk kedua orang tuanya setelah keduanya meninggal adalah termasuk bentuk berbakti kepada orang tua.” (HR Ibnu an-Najjar)

Dan berikut ini adalah doa Birrul Walidain yang berusia lebih dari 800 tahun yang disusun oleh ulama dari Yaman yang bernama Syeikh Muhammad bin Ahmad bin Abil Hib Al-Hadhramai At-Tarimi dan bacalah do’a ini setiap hari terutama di bulan Ramadhan.

Sumber : riyadluljannah

Format Link
eBook (PDF) Link 1 atau Link 2
A4 (PDF) Link 1 atau Link 2
MP3 Link 1 atau Link 2

Tahu Gak Sih, Cuka Bisa Membasmi Bakteri TB?

Agen pembasmi bakteri berbahaya mungkin sangat dekat dengan kita, yaitu berada di dapur sendiri. Para peneliti mengatakan, cuka pada umumnya mungkin adalah solusi murah, tidak beracun, namun efektif dalam membunuh mikobakteri resisten obat, termasuk bakteri yang menyebabkan penyakit tuberkulosis (TB).

Meskipun peneliti seringkali menggunakan pemutih klorin untuk membersihkan bakteri TB pada permukaan benda, namun mereka menegaskan bahwa zat tersebut juga bersifat racun dan korosif. Sementara itu, penggunaan desinfektan dinilai terlalu mahal, apalagi di negara-negara miskin yang angka kejadian TB-nya cukup tinggi.

Mereka pun kemudian menemukan asam asetat, bahan aktif dalam cuka bisa berperan sama seperti pemutih klorin. Studi yang dipublikasi dalam jurnal mBio ini mengungkap cuka bahkan juga lebih murah dan efektif.

“Mikobakteri dikenal sebagai penyebab TB dan lepra, namun mikobakteri lain juga umum di lingkungan, bahkan di air keran, dan resisten terhadap desinfektan,” ujar penulis studi senior Howard Takiff dari Institut Ilmu Investigasi di Caracas, Venezuela.

Takiff mengatakan, jika mengontaminasi saat operasi badah rekonstruksi atau estetika, mikobakteri dapat menyebabkan infeksi yang serius. Bakteri ini juga resisten terhadap kebanyakan antibiotik dan membutuhkan berbulan-bulan terapi untuk sembuh, serta meninggalkan bekas luka.

“Banyak tempat penyedia layanan bedah estetika yang tidak menyediakan disinfektan yang efektif. Padahal bakteri ini merupakan patogen, lalu bagaimana menyingkirkan mereka?” ujarnya.

Tim peneliti secara tidak sengaja menemukan, cuka bisa membunuh mikobakteri dengan mengetesnya pada obat yang perlu dilarutkan dulu dengan asam asesat. Hasilnya, mereka pun menyadari bahwa tanpa obat pun asam asetat sudah dapat membunuh bakteri.

“Negara-negara khususnya negara miskin membutuhkan disinfektan untuk membasmi bakteri TB yang murah dan efektif. Untuk itu, pembasmian bakteri dengan cuka ini merupakan penemuan yang menarik,

sumber : kompas

Tahu Gak Sih, Resiko Autisme Lebih Tinggi pada Anak Laki-laki?

Risiko anak laki-laki mengalami autisme dan gangguan perkembangan saraf lainnya lebih tinggi daripada anak perempuan. Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat (AS), risiko autisme pada anak laki-laki yaitu satu berbanding 52, sementara pada anak perempuan yaitu satu berbanding 252.

Sebuah studi yang dipublikasi dalam American Journal of Human Genetics mengungkap sebabnya. Antara lain, anak perempuan lebih mampu menahan mutasi gen sehingga tidak sampai menganggu perkembangan sarafnya.

Sebelumnya, para peneliti memperkirakan, mutasi pada kromosom X merupakan penyebab terjadinya risiko autisme. Namun menurut peneliti studi baru Evan Eichler, profesor ilmu genom di University of Washington School of Medicine, hal itu bukanlah penyebabnya.

“Lima persen gen yang bertanggung jawab pada perkembangan otak berada pada kromosom X, karena itu, mutasi pada kromoson tersebut tidak cukup untuk dapat membedakan risiko autisme berdasarkan gender,” ujar Eichler.

Untuk mengetahui penyebab sebenarnya, Eichler dan timnya pun melakukan analisis terhadap 16.000 orang dengan gangguan perkembangan saraf. Mereka juga menganalisis sampel tambahan dari kelompok terpisah yakni 800 keluarga yang terpengaruh oleh autisme.

Dari analisis tersebut, para peneliti menyadari bahwa mutasi genetik serius lebih banyak diturunkan dari DNA ibu, dibandingkan ayah. Mereka juga menemukan, anak perempuan lebih banyak memiliki mutasi gen yang berhubungan dengan gangguan perkembangan mental dibanding anak laki-laki.

“Namun kenapa frekuensi gangguan perkembangan saraf lebih sering pada anak laki-laki? Ini karena anak perempuan lebih mampu bertahan dengan mutasi tersebut sehingga tidak sampai memengaruhi perkembangan mentalnya,” jelas Eichler.

Perempuan, katanya, punya dua kromosom X yang memiliki 1.500 gen dan lima persen peran dalam perkembangan otak. Sehingga jika terjadi mutasi pada kromosom ini, maka perempuan memiliki kromosom X lainnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, 60 persen mutasi genetik yang parah datang dari ibu, dan 40 persen sisanya dari ayah.

“Perempuan cenderung memiliki lebih banyak mutasi gen dan mewariskannya,” ujarnya.

sumber : kompas

Tahu Gak Sih, “Selfie” Bisa Jadi Sarana Penularan Kutu?

Selfie merupakan istilah untuk pengambilan foto yang dilakukan sendiri, biasanya menggunakan telepon pintar atau kamera saku, kemudian diunggah ke media sosial. Orang yang berada di dalam foto bisa sendiri maupun beramai-ramai. Supaya semua orang bisa terdapat dalam foto, biasanya pelaku selfie saling berdekatan satu sama lain. Inilah waktu saat kepala mereka saling menempel.

Saat ini, istilah selfie tengah akrab baik di kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa. Namun, menurut sebuah laporan para pakar di California, Amerika Serikat, selfie mungkin dapat menyebabkan peningkatan penyebaran kutu rambut di antara remaja.

Marcy McQuillan, pakar dari salah satu perusahaan pembasmi kutu rambut di Scott Valley, California, mengatakan, terdapat peningkatan tajam untuk kasus infeksi kutu pada remaja dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, peningkatan tersebut berhubungan dengan kebiasaan menempelkan kepala satu sama lain.

“Umumnya, mereka yang minta diobati untuk kutu rambut berasal dari populasi dengan usia lebih muda. Ini karena mereka berisiko tinggi untuk kontak kepala,” ujarnya.

McQuillan berpendapat, kebiasaan selfie yang marak di kalangan remaja dengan menempelkan kepala mereka satu sama lain setiap hari mungkin adalah penyebab utamanya.

Bisnis pembasmi kutu rambut meningkat 10 kali lipat dalam beberapa waktu terakhir. Inilah yang membuatnya tergerak untuk mengimbau remaja atau siapa pun yang mempunyai hobi selfie untuk lebih waspada terhadap risiko penularan kutu dari kontak kepala.

“Setiap pasien yang saya tanya mengenai selfie selalu mengaku bahwa mereka melakukan hal itu setiap hari. Maka, orangtua perlu lebih waspada, begitu juga remaja. Selfie menyenangkan, tetapi ada pula konsekuensinya,” pungkasnya.

sumber : kompas

Tahu Gak Sih, Makanan yang Dapat Membantu Meningkatkan Kecerdasan Anak ?

Ingin anak Anda cemerlang di sekolah? Cobalah untuk memperhatikan dengan jeli kebutuhan gizi dan nutrisi mereka setiap hari. Selain itu, ada baiknya pula memasukan 10 jenis makanan terbaik berikut ini.

Makanan yang dijuluki “Brain Food” ini diyakini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi berpikir anak-anak.

1. Salmon

Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3 -  DHA and EPA – yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Menurut para ahli  walaupun tuna mengandung asam omega-3, namun ikan ini tidaklah sekaya salmon.

2. Telur

Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat.

3. Selai kacang

“Kacang tanah (peanut) dan selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin  ini merupakan  antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.

4. Gandum murni

Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut.  Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf.

5.  Oat/Oatmeal

Oat merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan  nutrisi penting bagi otak. Oat dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari.  Kaya akan kandungan serat, oat akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Oat juga merupakan sumber  vitamin E, vitamin B, potassium dan seng  — yang membuat  tubuh dan fungsi otak berfungsi pada kapasitas penuh.

6.  Berry

Strawberry, cherry, blueberriy dan blackberry. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin  banyak nutritisi yang di kandungnya. Berry  mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker.

Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak blueberry dan strawberry mengalami perbaikian dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah berri ini juga ternyata kaya akan asam lemak  omega-3.

7. Kacang-kacangan

Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks.  Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral.  Kacang juga  makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi  dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya di sore hari jika dikonsumsi saat makan siang.

Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asal lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya  — khususnya  ALA – jenis asal omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak .

8. Sayuran berwarna

Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, bayam adalah  sayuran yang kaya nutrisi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.

9. Susu dan Yogurt

Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim.  Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak.

Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak vitamin D bahkan 10 kali dari dosis yang direkomendasikan. Vitamin D adalah vitamin yang juga penting bagi sistem saraf otot dan siklus hidup sel-sel manusia secara keseluruhan.

10. Daging sapi tanpa lemak

Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolag. Daging sapi tanpa lemak adalah salah atu  sumber makanan yang mengandung banyak  zat ebsi.  Dengan hanya mengonsumsi 1 ons per hari, maka tubuh Anda akan terbantu dalam penyerapan zat besi darai sumrbe lainnya.  Daging sapi juga mengandung mineral seng  yang dapat membantu memelihara daya ingat .

Khsusus bagi  yang vegetarian, Anda dapat memanfaatkan kacang hitam dan burger kedelai sebagai  pilihan.  Kacang-kacangan adalah adalah sumber penting  zat besi nonheme — tipe zat besi yang  membutuhkan vitamin C untuk di serap oleh tubuh . Mengonsumsi tomat , jus jeruk, strawberry dan kacang-kacangan  juga dapat dipilih sebagai upaya mencukupi kebutuhan zat besi.

sumber : kompas

Tahu Gak Sih, Pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Kerusakan Otak Tak Dapat Diperbaiki

Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa yang terpenting bagi seorang anak. Ini karena pada masa itulah, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan paling pesat, termasuk organ otaknya. Sehingga kerusakan pada otak akan berlangsung permanen dan tidak dapat diperbaiki setelah melewati masa 1.000 hari tersebut.

Dokter spesialis anak Hartono Gunardi dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) mengatakan, otak merupakan salah satu organ yang mengalami pertumbuhan pesat di 1.000 hari pertama kehidupan seseorang.

“Hingga usia tiga tahun, pertumbuhan otak anak sudah mencapai 80 persen dari otak dewasa. Ini artinya, 1.000 hari pertama merupakan saat yang kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan otaknya,” ujar Hartono dalam diskusi kesehatan bertajuk “New Perspective on Toddler Nutrition” Selasa (25/2/2014) lalu di Jakarta.

Karena itu, lanjut dia, kerusakan otak yang terjadi pada masa 1.000 hari pertama akan sangat sulit diperbaiki. Apalagi jika perbaikannya setelah melewati masa 1.000 hari tersebut.

Hartono menjelaskan, kerusakan otak bersifat ireversibel atau tidak dapat dikembalikan seperti semula ketika sudah melewati 1.000 hari pertama kehidupan. Seribu hari, imbuhnya, dihitung dari sejak masa sembilan bulan kehamilan (270 hari) hingga dua tahun pertama (730 hari).

Kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada otak akan mengganggu fungsi otak. Tidak hanya fungsi kognitif, tetapi bisa juga fungsi lainnya seperti motorik, ingatan, hingga emosi. Hal itu akan berdampak secara jangka panjang terhadap kesehatan, stabilitas, dan kemakmuran.

Menurut Hartono, satu-satunya cara untuk membuat fungsi otak berjalan dengan baik adalah mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya di 1.000 hari pertama. “Nutrisi optimal dan stimulasi akan membuat tumbuh kembang, belajar, dan prestasi yang baik,” ungkapnya.

Seribu hari pertama menjadi periode kritis karena pada inilah waktu saat sistem saraf harus mendapatkan sinyal lingkungan agar berdiferensiasi dengan sempurna. Sinapsis atau sambungan sel-sel saraf yang menentukan kecerdasan.

“Bila ada rangsangan, maka terbentuklah hubungan antarsel saraf. Semakin sering dirangsang, semakin kuat sinapsis. Dan bila rangsangan bervariasi, maka sinapsis makin kompleks dan luas sehingga anak makin cerdas,” papar Hartono.

Selain pertumbuhan dan perkembangan otak, 1.000 hari pertama kehidupan akan menentukan pertumbuhan fisik. Sehingga mengoptimalkan nutrisi dan stimulasi di 1.000 hari pertama akan mengurangi risiko anak pendek atau stunting.

sumber : kompas

Tahu Gak Sih, Pekerjaan Paling Berisiko bagi Kesehatan ?

Semua pekerjaan memiliki risiko masing-masing. Namun, ada jenis-jenis pekerjaan tertentu yang memiliki risiko paling besar, khususnya bagi kesehatan. Misalnya, pekerja yang terpapar senyawa kimia mengalami peningkatan risiko kanker karena sifat karsinogenik dari paparan tersebut.

Di samping itu, ada pula pekerjaan yang berisiko penyakit lain yang mungkin tidak disadari. Berikut merupakan pekerjaan yang mungkin paling berisiko bagi kesehatan.

1. Petani

Meski bertani termasuk pada pekerjaan aktif sehingga memiliki risiko rendah untuk mengalami penyakit jantung, kanker paru-paru, esofagus, kandung kemih, dan usus besar, tetapi petani juga berisiko penyakit.

Menurut National Cancer Institute, petani paling berisiko untuk penyakit seperti leukimia, limfoma non-Hodgkin, myeloma, sarkoma, kanker kulit, bibir, perut, otak, dan prostat.

Ini karena petani terpapar senyawa kimia dari pestisida, emisi mesin, pupuk, fungisida, dan bahan bakar, termasuk virus binatang dan debu. Karena itu, petani perlu lebih mewaspadai paparan tersebut dengan memakai perlindungan yang lengkap sebelum mulai bekerja.

2. Pekerja konstruksi

Alat-alat berat serta benda-benda konstruksi bukan satu-satunya sumber bahaya. Menurut American Lung Association, di AS saja, sekitar 1,3 juta pekerja konstruksi terpapar asbestos dan serat halus dalam waktu lama yang membahayakan paru-paru. Kondisi tersebut dapat memicu kanker di kemudian hari.

Maka pekerja konstruksi pun perlu lebih sering berkonsultasi kepada dokter, sekaligus mendapat penampisan terhadap kanker paru-paru, sekaligus penyakit paru-paru lainnya.

3. Pemadam kebakaran

Trauma dan paparan asap merupakan ancaman yang serius. Namun tidak hanya itu, pemadam kebaran juga tujuh kali lebih mungkin untuk meninggal karena serangan jantung daripada menghirup paparan asap. Risiko tersebut dua kali lebih besar dibandingkan dengan trauma. Sebuah studi asal Harvard menganalisis, stres fisik dan psikologis mungkin penyebab utamanya.

4. Pilot

Para peneliti asal University of Iceland menemukan, pilot 25 kali lebih mungkin untuk mengalami kanker kulit. Penyebabnya mungkin sinar kosmik. Namun peneliti mengatakan, faktor gaya hidup juga berperan.

5. Pekerjaan yang terlalu banyak duduk

Pekerjaan yang banyak membutuhkan aktivitas fisik di lapangan mungkin terdengar memiliki risiko tinggi, demikian pula pekerjaan di depan meja. Pekerjaan “tidak aktif” ini berhubungan dengan 82 persen peningkatan risiko kematian dari penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang menghabiskan waktu kurang dari empat jam per minggu untuk duduk di depan meja. Demikian yang diungkapkan sebuah studi baru dari University of South Carolina. Alasannya, pekerjaan di depan meja membuat orang kurang membakar kalori sehingga cenderung menimbun lemak yang menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Sumber : kompas

1 2 3 4 5 32 33